Bahasa Indonesia dan bahasa Melayu memiliki akar bahasa yang sama sehingga banyak kosakatanya terdengar mirip. Namun, jangan langsung menganggap semua kata memiliki arti yang sama. Ada cukup banyak kata yang penulisannya identik, tetapi maknanya berbeda. Perbedaan ini sering membuat orang Indonesia dan Malaysia mengalami salah paham saat berkomunikasi. Bahkan, beberapa kata yang terdengar biasa di satu negara bisa memiliki makna yang benar-benar berbeda di negara lainnya. Berikut 10 kata yang memiliki arti berbeda dalam bahasa Indonesia dan bahasa Melayu.

1. Percuma

Bahasa Indonesia

Artinya: Sia-sia.

Contoh:

Semua usahanya percuma.

Artinya: Semua usahanya sia-sia.

Bahasa Melayu

Artinya: Gratis atau tanpa biaya.

Contoh:

Masuk percuma.

Artinya: Masuk gratis.

2. Budak

Bahasa Indonesia

Artinya: Hamba atau orang yang diperbudak.

Contoh:

Pada zaman dahulu masih ada budak.

Bahasa Melayu

Artinya: Anak-anak.

Contoh:

Budak itu sedang bermain.

Artinya: Anak itu sedang bermain.

3. Banci

Bahasa Indonesia

Artinya: Sebutan untuk laki-laki yang berperilaku feminin (bersifat informal dan dapat dianggap menyinggung).

Bahasa Melayu

Artinya: Petugas sensus atau kegiatan pendataan.

Contoh:

Banci penduduk akan dilakukan bulan depan.

Artinya: Sensus penduduk akan dilakukan bulan depan.

4. Polis

Bahasa Indonesia

Kata ini jarang digunakan.

Masyarakat Indonesia menggunakan kata polisi.

Bahasa Melayu

Polis berarti polisi.

Contoh:

Saya akan melapor kepada polis.

Artinya: Saya akan melapor kepada polisi.

5. Cuti

Bahasa Indonesia

Biasanya berarti libur dari pekerjaan atau sekolah.

Contoh:

Saya mengambil cuti selama seminggu.

Bahasa Melayu

Selain berarti libur, kata ini juga sering digunakan untuk berbagai jenis izin tidak masuk kerja atau sekolah sehingga penggunaannya lebih luas.

6. Kereta

Bahasa Indonesia

Biasanya berarti kereta api.

Contoh:

Saya naik kereta ke Surabaya.

Bahasa Melayu

Kereta berarti mobil.

Contoh:

Saya membeli kereta baharu.

Artinya: Saya membeli mobil baru.

7. Bas

Bahasa Indonesia

Kata ini hampir tidak digunakan.

Orang Indonesia menggunakan kata bus.

Bahasa Melayu

Bas berarti bus.

Contoh:

Saya naik bas ke sekolah.

Artinya: Saya naik bus ke sekolah.

8. Kantin

Bahasa Indonesia

Tempat membeli makanan di sekolah atau kantor.

Bahasa Melayu

Selain digunakan untuk tempat makan, kata kantin juga dapat merujuk pada kantin militer atau fasilitas makan tertentu, meskipun makna utamanya tetap serupa.

Perbedaannya lebih terasa pada konteks penggunaan.

9. Pejabat

Bahasa Indonesia

Orang yang memiliki jabatan dalam pemerintahan.

Contoh:

Pejabat itu menghadiri acara tersebut.

Bahasa Melayu

Selain berarti pejabat pemerintah, kata ini juga sering digunakan untuk berbagai pemegang jabatan resmi di organisasi atau lembaga.

10. Jemput

Bahasa Indonesia

Mengambil seseorang di suatu tempat.

Contoh:

Ayah menjemput saya di sekolah.

Bahasa Melayu

Selain berarti menjemput, kata ini juga sering digunakan dalam arti mengundang seseorang datang ke suatu acara.

Contoh:

Saya hendak menjemput kawan ke majlis itu.

Artinya: Saya ingin mengundang teman ke acara tersebut.

Belajar Bahasa Asing Lebih Mudah Bersama Linguo

Tertarik mempelajari berbagai bahasa dan budaya dari berbagai negara? Melalui kursus bahasa di Linguo, kamu bisa belajar bahasa Inggris, Jepang, Korea, Mandarin, Prancis, Belanda, Polandia, Vietnam, hingga puluhan bahasa lainnya bersama pengajar yang berpengalaman.

Program belajar di Linguo cocok untuk pemula maupun profesional yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa untuk pendidikan, karier, maupun kebutuhan sehari-hari. Yuk, mulai perjalanan belajarmu bersama Linguo sekarang juga!