Sebelum bahasa ‘berkembang biak’ menjadi ribuan macam, karena itu muncul istilah ‘nenek moyang’ bahasa. Bahasa tersebut telah hidup sejak ribuan tahun lalu. Ada yang bertahan, bahkan ada yang mati. Entah itu karena mereka kehilangan penuturnya atau tidak mampu mengiringi perkembangan zaman sehingga tergantikan oleh bahasa yang lain.
Nah, di antara bahasa-bahasa kuno yang dapat bertahan, ada satu bahasa yang tetap saja eksis hingga kini. Bahasa ini bisa dibilang bahasa ibu para filsuf dan ilmuwan terkenal di dunia, seperti Socrates, Plato, Aristoteles, dan lainnya. Kalian pasti sering mendengar nama-nama itu, kan? Yap, mereka penutur asli bahasa Yunani, lho!
Yunani memang sering disebut sebagai negerinya para dewa nih, guys! Di sana ada banyak kuil para dewa-dewi dan peninggalan kuno yang berumur ribuan tahun. Peradabannya pun juga dapat terbilang sangat maju sejak zaman sebelum Masehi. Makanya, gak heran dong kalau bahasanya saja sudah ada sejak 34 abad yang lalu.
Melihat dari cukup tuanya bahasa Yunani, ada banyak hal menarik lho yang dapat disingkap mengenai bahasa yang satu ini. Misalkan saja, bahasa Yunani telah memengaruhi banyak penggunaan istilah bahasa-bahasa yang ada saat ini, seperti kata pandemi (πάνδημος) dan endemi (ένδημος). Gak cuma itu lho guys! Masih ada hal menarik lainnya tentang ‘bahasanya para ilmuwan’ ini. Penasaran? Yuk simak terus pembahasannya berikut ini!
Bahasa Yunani Mengalami Fase Periode yang Panjang
Bahasa Yunani merupakan salah satu bahasa yang memiliki sejarah panjang dan dapat terdokumentasikan dengan baik. Namun, tahukah kalian kalau bahasa ini melalui banyak periode selama 34 abad keberadaannya?
Bahasa Yunani setidaknya mengalami enam periode penting dari awal terbentuknya hingga menjadi bahasa modern yang digunakan saat ini. Periode itu adalah Peradaban Mycenaean, Klasik, Helenistik, Koine, Byzantium, dan Modern. Kalau kalian bertanya-tanya di abad ke berapa para ilmuwan Yunani, seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles hidup, mereka ada di zaman periode klasik nih guys. Wah, sudah sangat lama ya rupanya…
Sempat Dipopulerkan oleh Sang Raja dari Makedonia
Kalau kalian ingat periode-periode yang dilalui bahasa Yunani, ada satu periode yang nantinya akan sangat berpengaruh terhadap eksisnya penggunaan bahasa ini di luar wilayahnya. Periode itu adalah periode Helenistik. Bisa kalian tebak mengapa periode Helenistik sangat penting? Yap, hal itu karena periode ini adalah zaman kehidupan Alexander Agung, seorang raja dari Makedonia, Yunani Kuno (362–323 SM). Di masa inilah, Alexander memulai penaklukannya atas dunia.
Alexander Agung dikenal sebagai raja yang menyatukan Yunani. Melalui penaklukannya di sepanjang wilayah Asia Kecil, Siria, Palestina, Mesir, Mesopotamia, hingga India, ia menyebarkan seluruh aspek Yunani, seperti budaya, bahasa, dan pemikiran filosofis para tokoh ke wilayah-wilayah taklukannya. Akan tetapi, penaklukan dan penyebaran yang dilakukan Alexander Agung tidak dikenal sebagai tindakan yang barbar ataupun memaksa. Pasalnya, ia justru melakukannya dengan cara yang halus dan damai, sebagaimana sesuai dengan pengaruh bimbingan dari gurunya, Aristoteles.
Ia tidak pernah sekalipun memaksa masyarakat dari bangsa taklukannya yang memiliki berbagai keragaman untuk sekadar menganut atau mengadopsi bahasa dan budaya Yunani. Meskipun begitu, ia berhasil membuat bahasa Yunani menjadi bahasa pertama yang digunakan di hampir seluruh belahan dunia walaupun masih meninggalkan sisa kata-kata dari bahasa asli negara lain.
Kata “Alfabet” Berasal dari Dua Huruf Yunani
Alfabet adalah sebuah sistem tulisan yang terbentuk berdasarkan fonem vokal dan konsonan. Tapi kalian tahu gak sih? Kata “alfabet” atau “alphabet” dalam bahasa Inggris sebenarnya berasal dari dua huruf Yunani, lho! Mungkin kalian pernah mendengar ada alpha (α) dan beta (β). Nah, dua huruf itulah yang dulunya disatukan sehingga dapat menjadi kata “alfabet” hingga sekarang ini.
Alfabet Vokal Muncul Berkat Bahasa Yunani
Alfabet Yunani merupakan sistem penulisan yang muncul pada abad ke-8 SM. Namun, ini bukan pertama kalinya Yunani memiliki sistem penulisannya sendiri, lho! Beberapa abad sebelum adanya alfabet Yunani, aksara Linear B adalah sistem penulisan yang digunakan untuk menuliskan bahasa Yunani selama Peradaban Mycenaean. Namun, aksara ini menghilang pada tahun 1100 SM bersamaan dengan runtuhnya Peradaban Mycenaean.
Nah, beberapa abad lamanya setelah aksara Linear B menghilang, bangsa Fenisia yang berasal dari Lebanon melakukan perjalanan maritimnya. Bersamaan dengan itu, mereka juga turut menyebarkan sistem penulisan bahasa mereka hingga ke Yunani. Saat itulah bangsa Yunani mengadopsinya dan melakukan sejumlah perubahan pada aksara Fenisia. Tapi sebelum lanjut, kalian tahu gak sih seperti apa aksara Fenisia?
Aksara Fenisia memiliki sistem yang mirip dengan penulisan bahasa Arab dan Ibrani modern, yaitu hanya memiliki huruf untuk konsonan dan tidak untuk vokal. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, orang Yunani mengambil aksara tersebut dan melakukan beberapa perubahan penting. Mereka membuang tanda-tanda yang tidak memiliki padanan konsonan dengan bahasa Yunani dan menggunakannya untuk bunyi vokal individu. Nah, dari situlah di dalam bahasa Yunani dikenal huruf-huruf vokal, seperti A/α (alpha), E/ε (epsilon), I/ι (iota), O/ο (omicron), Y/υ (upsilon), dan H/η (eta).
Berkat perubahan itu, untuk pertama kalinya orang Yunani dapat menciptakan sistem penulisan yang dapat mewakili ucapan dengan cara yang tidak ambigu. Dan tentu saja, meskipun saat ini alfabet Yunani hanya digunakan untuk bahasa Yunani, tetapi itu menjadi akar dari sebagian besar aksara yang digunakan di dunia Barat, termasuk penggunaan huruf vokal.
Bukan Cuma Finlandia, Bahasa Yunani Juga Punya Kata Terpanjang
Bahasa Yunani mungkin tidak memiliki kata yang benar-benar panjang. Namun, seorang penulis dapat melakukannya, seperti halnya yang dilakukan oleh seorang penulis drama Yunani, Aristophanes. Dalam karyanya yang berjudul Assemblywoman, ia menuliskan sebuah kata terpanjang yang pernah muncul dalam sebuah karya sastra. Bukan cuma 61 huruf seperti yang ada pada bahasa Suomi atau Finlandia, tetapi 171 huruf! Cobalah kalian challenge diri kalian sendiri untuk membacanya tanpa membuat kesalahan sedikitpun:
λοπαδοτεμαχοσελαχογαλεοκρανιολειψανοδριμυποτριμματοσιλφιοκαραβομελιτοκατακεχυμενοκιχλεπικοσσυφοφαττοπεριστεραλεκτρυονοπτοκεφαλλιοκιγκλοπελειολαγῳοσιραιοβαφητραγανοπτερύγων
Kata di atas merupakan kata yang merujuk pada sebuah hidangan fiksi dalam karya Assemblywoman dan terdiri dari berbagai jenis daging. Kalau kata itu benar-benar ada di dunia nyata, bagaimana jadinya ya?
Pada Mulanya Ditulis dari Kanan ke Kiri
Bagi orang Muslim, mendengar penulisan bahasa yang ditulis dari kanan ke kiri mungkin terdengar seperti penulisan bahasa Arab. Namun, seperti yang telah diketahui bahwa bahasa dan aksara Fenisia, nenek moyang alfabet Yunani, memiliki kesamaan dengan bahasa Arab. Hal itu tentu menjadi tidak mengherankan guys apabila bahasa Fenisia juga dituliskan dari kanan ke kiri. Demikianlah yang terjadi pada alfabet bahasa Yunani. Pada mulanya, alfabet Yunani mengikuti penulisan Fenisia.
Namun, seiring berjalannya waktu muncullah gaya boustrophedon, sebuah gaya penulisan baris yang bergantian, satu baris dari kiri ke kanan dan berikutnya dari kanan ke kiri. Penulisan bahasa Yunani juga pernah mengikuti gaya ini lho guys, yang dapat ditemukan pada sejumlah teks Yunani abad ke-6 SM. Nah, baru kemudian setelah tahun 500 SM, penulisan bahasa Yunani selalu ditulis dari kiri ke kanan hingga saat ini.
Kata “Polyglot” Berasal Dari Bahasa Yunani
Pecinta bahasa tentu saja tidak boleh melewatkan kesempatan untuk belajar bahasa Yunani. Pasalnya, kata “polyglot” sendiri berasal dari bahasa Yunani, lho! Yaitu dari kata “polýglōttos” yang berarti “banyak-lidah”. Poly berarti “banyak”, glotta berarti “lidah, bahasa”, dan diakhiri dengan penambahan sufiks. Wah, sebuah fakta yang menarik, bukan?
Jadi, jika kalian ingin menjadi seorang polyglot, kalian bisa melatih kemampuan bahasa Yunani di Linguo.id. Tidak hanya bahasa Yunani lho, tetapi juga 55+ bahasa lain di dunia dapat kalian pelajari! Tunggu apalagi lagi? Yuk daftar kursus Linguo sekarang juga!




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!