Pernahkah kamu mendengar istilah polyglot? Mungkin kamu menemukannya saat melihat seseorang yang mampu berbicara dalam banyak bahasa atau ketika mencari inspirasi untuk belajar bahasa asing. Lalu, apa itu polyglot sebenarnya? Apakah seseorang harus menguasai puluhan bahasa untuk disebut polyglot? Atau cukup tiga atau empat bahasa saja?
Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari secara lengkap tentang apa itu polyglot, perbedaannya dengan bilingual dan multilingual, ciri-ciri, manfaat, contoh tokoh terkenal, hingga tips memulai perjalanan menjadi seorang polyglot.
Apa Itu Polyglot?
Polyglot adalah seseorang yang mampu menggunakan beberapa bahasa dengan tingkat kemampuan yang baik. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu poly yang berarti "banyak" dan glotta yang berarti "bahasa". Seorang polyglot tidak hanya mengetahui kosakata dari berbagai bahasa, tetapi juga mampu memahami, berbicara, membaca, atau menulis dalam beberapa bahasa sesuai tingkat kemampuannya.
Dalam praktiknya, tidak ada aturan resmi yang menentukan berapa jumlah bahasa yang harus dikuasai agar seseorang disebut polyglot. Namun, istilah ini umumnya digunakan untuk orang yang mampu menggunakan empat bahasa atau lebih dalam kehidupan sehari-hari atau sesuai kebutuhannya. Yang perlu dipahami, menjadi polyglot bukan berarti harus fasih seperti penutur asli di semua bahasa yang dipelajari. Banyak polyglot memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda pada setiap bahasa, tergantung seberapa sering bahasa tersebut digunakan.
Berapa Bahasa Harus Dikuasai agar Disebut Polyglot?
Sebenarnya, tidak ada standar internasional yang menetapkan jumlah bahasa tertentu agar seseorang bisa disebut polyglot. Namun, secara umum pembagiannya sering dipahami sebagai berikut:
- Monolingual: menguasai satu bahasa.
- Bilingual: menguasai dua bahasa.
- Trilingual: menguasai tiga bahasa.
- Polyglot: menguasai empat bahasa atau lebih.
Yang lebih penting daripada jumlah bahasa adalah kemampuan menggunakan bahasa tersebut dalam situasi nyata. Misalnya, kamu dapat memahami percakapan, membaca, menulis, atau berkomunikasi sesuai kebutuhan.
Apa Saja Ciri-Ciri Seorang Polyglot?
Menjadi polyglot bukan sekadar mengetahui banyak kosakata. Ada beberapa karakteristik yang umumnya dimiliki.
Menguasai Beberapa Bahasa
Seorang polyglot mampu menggunakan beberapa bahasa untuk berkomunikasi dengan tingkat kemampuan yang memadai.
Cepat Beradaptasi dengan Bahasa Baru
Karena sudah memahami proses belajar bahasa, polyglot biasanya lebih mudah mengenali pola tata bahasa, pengucapan, maupun kosakata baru.
Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Sebagian besar polyglot memiliki ketertarikan terhadap budaya, sejarah, dan cara berkomunikasi masyarakat dari berbagai negara.
Terbiasa Berganti Bahasa
Polyglot dapat menyesuaikan bahasa yang digunakan sesuai lawan bicara atau situasi tertentu.
Konsisten Belajar
Hampir semua polyglot memiliki satu kesamaan, yaitu konsisten belajar dalam jangka panjang.
Apa Manfaat Menjadi Polyglot?
Menguasai banyak bahasa memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan.
Peluang Karier Lebih Luas
Perusahaan multinasional, industri pariwisata, diplomasi, pendidikan, hingga perusahaan teknologi sering mencari kandidat yang memiliki kemampuan bahasa asing.
Mempermudah Komunikasi Saat Bepergian
Kamu bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal tanpa selalu bergantung pada aplikasi penerjemah.
Memperluas Jaringan Internasional
Kemampuan berbahasa membuka peluang untuk berteman, bekerja sama, maupun membangun relasi dengan orang dari berbagai negara.
Mengakses Lebih Banyak Informasi
Tidak semua buku, jurnal, atau konten berkualitas tersedia dalam bahasa Indonesia. Menguasai bahasa lain membuatmu memiliki akses ke sumber informasi yang lebih luas.
Melatih Kemampuan Kognitif
Belajar bahasa juga membantu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, kemampuan berpikir kritis, dan fleksibilitas dalam memecahkan masalah.
Apakah Semua Orang Bisa Menjadi Polyglot?
Jawabannya adalah bisa. Banyak orang mengira menjadi polyglot hanya mungkin bagi mereka yang memiliki bakat bahasa sejak kecil. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa konsistensi belajar, frekuensi latihan, dan paparan terhadap bahasa memiliki peran yang sangat besar dalam proses pembelajaran. Kamu juga tidak harus mempelajari lima bahasa sekaligus. Banyak polyglot memulai perjalanan mereka dengan menguasai satu bahasa terlebih dahulu, kemudian menambahkan bahasa lain secara bertahap sesuai tujuan dan kebutuhan. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan belajar yang konsisten serta menggunakan metode yang sesuai dengan gaya belajarmu.
Wujudkan Impian Menjadi Polyglot Bersama Linguo
Menjadi polyglot tentu membutuhkan waktu, konsistensi, dan lingkungan belajar yang tepat. Karena itu, memilih tempat belajar yang mendukung perjalananmu sangatlah penting. Linguo merupakan kursus polyglot pertama di Indonesia yang menyediakan lebih dari 55 pilihan bahasa. Kamu tidak hanya bisa belajar bahasa populer seperti Inggris, Jepang, Korea, Mandarin, atau Jerman, tetapi juga berbagai bahasa lain sesuai kebutuhan akademik, profesional, maupun hobi.
Didukung oleh pengajar berpengalaman, kurikulum yang terstruktur, dan pilihan kelas yang fleksibel, Linguo membantu kamu belajar satu atau bahkan beberapa bahasa secara bertahap dengan lebih terarah. Kalau impianmu adalah menjadi seseorang yang mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa, perjalanan itu bisa dimulai dari langkah kecil hari ini dan Linguo siap menjadi partner belajarmu.




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!