Pernah mendengar istilah polyglot dan bilingual? Sekilas, kedua istilah ini memang terdengar mirip karena sama-sama berkaitan dengan kemampuan berbahasa. Namun, ternyata keduanya memiliki arti yang berbeda.
Banyak orang mengira seseorang yang bisa berbicara dua bahasa sudah bisa disebut polyglot. Padahal, tidak sesederhana itu. Memahami perbedaan polyglot dan bilingual akan membantumu mengenali istilah-istilah lain seperti trilingual dan multilingual. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Apa Itu Bilingual?
Bilingual adalah seseorang yang mampu menggunakan dua bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini bisa diperoleh sejak kecil karena tumbuh di lingkungan yang menggunakan dua bahasa, atau dipelajari saat dewasa melalui pendidikan dan latihan.
Contohnya:
- Seorang anak yang menggunakan bahasa Indonesia di rumah dan bahasa Inggris di sekolah.
- Seseorang yang fasih berbahasa Indonesia dan Jepang karena bekerja di perusahaan Jepang.
Intinya, jika kamu mampu menggunakan dua bahasa dengan baik, kamu bisa disebut bilingual.
Apa Itu Polyglot?
Polyglot adalah seseorang yang mampu menggunakan banyak bahasa, biasanya lebih dari tiga bahasa. Seorang polyglot tidak harus menguasai semua bahasa seperti penutur asli. Namun, mereka mampu memahami, berbicara, membaca, atau menulis dalam beberapa bahasa sesuai kebutuhan. Misalnya, seseorang yang bisa menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Korea, dan Mandarin dapat disebut sebagai seorang polyglot.
Perbedaan Polyglot dan Bilingual
Perbedaan utama keduanya terletak pada jumlah bahasa yang dikuasai.
| Bilingual | Polyglot | |
|---|---|---|
| Menguasai dua bahasa. |
| |
| Fokus pada dua bahasa yang digunakan secara aktif. | Dapat menggunakan banyak bahasa sesuai kebutuhan. | |
| Lebih umum ditemukan. | Membutuhkan proses belajar yang lebih panjang dan konsisten. |
Singkatnya, semua polyglot biasanya pernah menjadi bilingual, tetapi tidak semua bilingual adalah polyglot.
Apakah Harus Fasih untuk Disebut Polyglot?
Seorang polyglot tidak harus berbicara seperti penutur asli di semua bahasa yang dipelajari. Tingkat kemampuan setiap bahasa bisa berbeda-beda. Misalnya, seseorang mungkin sangat fasih berbahasa Inggris, cukup lancar berbahasa Jepang, dan masih berada di tingkat menengah untuk bahasa Korea. Selama mampu menggunakan beberapa bahasa secara aktif, ia tetap bisa disebut sebagai seorang polyglot.
Bisakah Semua Orang Menjadi Polyglot?
Tentu saja bisa. Menjadi polyglot bukan hanya soal bakat, tetapi juga tentang konsistensi dalam belajar. Dengan metode yang tepat, jadwal belajar yang teratur, dan latihan secara rutin, siapa pun memiliki kesempatan untuk menguasai lebih dari satu bahasa. Kuncinya adalah tidak terburu-buru dan menikmati setiap proses belajar.
Kesimpulan
Sekarang kamu sudah tahu bahwa bilingual adalah seseorang yang menguasai dua bahasa, sedangkan polyglot adalah seseorang yang mampu menggunakan beberapa bahasa, umumnya lebih dari tiga. Ada juga istilah trilingual untuk tiga bahasa dan multilingual untuk lebih dari dua bahasa. Kalau kamu bercita-cita menjadi seorang polyglot, langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah mulai mempelajari satu bahasa baru secara konsisten. Setelah itu, kamu bisa menambah bahasa lainnya secara bertahap.
Bersama Linguo, perjalananmu menjadi polyglot bisa dimulai dengan lebih terarah. Sebagai kursus polyglot pertama di Indonesia, Linguo menyediakan lebih dari 55 pilihan bahasa yang bisa kamu pelajari sesuai minat, tujuan karier, maupun pendidikan. Dengan mentor berpengalaman dan metode belajar yang menyenangkan, kamu bisa membangun kemampuan berbahasa selangkah demi selangkah hingga mencapai impianmu menjadi seorang polyglot.




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!