Bayangkan pagi hari di jalanan Paris. Aroma roti hangat memenuhi udara, sementara orang-orang berjalan santai membawa roti panjang berwarna keemasan yang mencuat dari tas belanja mereka. Itulah baguette roti ikonik yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Prancis.
Mengenal Si Roti Tongkat Renyah
Baguette memiliki bentuk khas panjang dan ramping, biasanya berukuran sekitar 45–50 cm dengan berat kurang lebih 250 gram. Karena bentuknya, roti ini sering dijuluki French stick atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai roti tongkat. Nama “baguette” sendiri berasal dari kata Italia bacchetta yang berarti “tongkat kecil”. Sangat sesuai dengan tampilannya yang sederhana namun mudah dikenali.
Kesederhanaan yang Jadi Keistimewaan
Meski terlihat sederhana, baguette justru istimewa karena dibuat hanya dari empat bahan utama:
- tepung terigu
- air
- ragi
- garam
Tanpa tambahan bahan berlebihan, baguette mengandalkan teknik pembuatan dan proses pemanggangan untuk menghasilkan karakter khasnya. Ciri paling menonjol dari baguette adalah keraknya yang renyah. Bagian luar terasa garing dan kokoh, tetapi ketika dibelah, bagian dalamnya tetap lembut dan empuk. Perpaduan tekstur inilah yang membuat baguette begitu digemari. Rasanya pun cenderung netral dan tidak terlalu manis. Justru karena itulah baguette cocok dipadukan dengan berbagai jenis makanan, mulai dari mentega hingga sup dan keju.
Baguette dan Kehidupan Orang Prancis
Bagi masyarakat Prancis, baguette bukan sekadar roti, melainkan bagian dari budaya sehari-hari. Setiap tahun, sekitar 10 miliar baguette dikonsumsi di Prancis. Rata-rata, satu orang dapat menghabiskan sekitar 320 baguette per tahun atau setengah batang setiap hari.
Baguette menjadi menu sarapan favorit karena praktis dan mudah disantap. Tidak heran jika di Prancis, orang sering terlihat makan baguette langsung dengan tangan. Menariknya, untuk makanan seperti burger, mereka justru kerap menggunakan pisau dan garpu. Kecintaan terhadap baguette juga terlihat dari adanya kompetisi baguette terbaik yang rutin diadakan di Prancis. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya roti ini dalam budaya kuliner mereka.
Cara Menikmati Baguette ala Prancis
1.Garlic Butter Classic
Potong baguette menjadi beberapa bagian, lalu oleskan mentega yang sudah dicampur bawang putih. Sederhana, tetapi selalu menggugah selera.
2. Menyapu Saus di Piring
Di Prancis, menggunakan potongan baguette untuk menyantap sisa saus atau kuah di piring adalah hal yang biasa. Selain praktis, cara ini dianggap sebagai bentuk menikmati makanan sampai tuntas.
3. Dipadukan dengan Selai
Iris tipis baguette lalu oleskan selai favorit. Cocok untuk sarapan ringan yang manis dan mengenyangkan.
Ingin Mencicipi Baguette Langsung di Paris?
Menikmati baguette hangat langsung dari boulangerie lokal tentu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Agar perjalanan kulinermu semakin seru, tidak ada salahnya mulai belajar bahasa Prancis dari sekarang. Di Linguo, kamu bisa mempelajari bahasa Prancis dengan metode yang praktis dan harga terjangkau. Persiapkan petualangan kulinermu sekaligus tingkatkan kemampuan bahasamu. Yuk, mulai langkah pertamamu bersama Linguo!
Rujukan:
- Vischa, R. (2018). Asal Mula Roti Baguette, Camilan Berbentuk Tongkat dari Prancis
- Maharani, S. (2018). 5 Cara Unik Menyantap Roti Baguette Ala Warga Prancis
- Monaco, E. (2019). Mengenal Baguette: Makanan Rakyat Prancis yang Cara Pembuatannya Ditentukan Dekrit




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!