“Saluton al ĉiuj! Kiel vi fartas?” – Halo semuanya! Apa kabar?
Wah, bahasa apa ya itu kira-kira? Ada yang pernah dengar? Yup, bener banget! Bahasa Esperanto. Mungkin bagi sebagian orang, bahasa ini terdengar seperti bahasa milik suatu negara. Misalnya Jerman, Belanda, atau bahkan Denmark. Namun ternyata, bahasa ini bukan milik siapa-siapa lho, guys! Hah? Maksudnya gimana tuh? Mirip kaya si dia yang bukan punya siapa-siapa alias jomblo gitu? Ups..
Haha, bukan seperti itu maksudnya. Jadi, bahasa Esperanto merupakan bahasa netral dan artifisial atau dengan kata lain ‘bahasa buatan’. Kalau kalian mengira Esperanto adalah bahasa baru, kalian salah nih karena bahasa ini sudah ada sejak tahun 1887 dan dibuat oleh seorang dokter dari Polandia bernama L.L. Zamenhof.
Pada masa itu, Zamenhof hidup di dalam lingkungan yang sangat multietnis sehingga rentan terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, ia akhirnya membuat bahasa Esperanto untuk memudahkan komunikasi sekaligus menyatukan mereka pada saat itu.
Nah, meskipun dibandingkan bahasa lain umur Esperanto masih seumur jagung, tetapi penuturnya sendiri sudah mencapai dua juta orang lho guys! Padahal, eksistensi Esperanto belum terlalu familiar di telinga. Mungkin saja kamu salah satunya, yang baru dengar ada bahasa ini di dunia, benar begitu? Wah, jadi penasaran kan kenapa orang-orang tertarik untuk mempelajari bahasa Esperanto? Kalau begitu, simak terus yuk pembahasannya!
Mudah Untuk Dipelajari
Jika sekarang kalian membayangkan bahasa Esperanto cukup rumit seperti kebanyakan bahasa Eropa yang membutuhkan daya ingat tinggi terkait gender kata dan konjugasi, lebih baik buang pikiran itu jauh-jauh deh! Pasalnya, bahasa Esperanto justru merupakan salah satu bahasa di dunia yang mudah untuk dipelajari, lho! Jika dibandingkan dengan estimasi waktu untuk mempelajarinya dengan bahasa lain, setidaknya bahasa ini hanya membutuhkan waktu sepersepuluhnya. Menarik bukan?
Hal menarik lainnya lagi, di bahasa Esperanto tidak akan ada yang namanya gender kata dan konjugasi. Jadi, kalian tidak perlu pusing soal hal tersebut. Selain itu, pelafalannya pun terbilang cukup mudah untuk orang Indonesia nih karena kata-katanya dibaca sesuai dengan apa yang tertulis, kecuali untuk beberapa huruf yang memang tidak ada di bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya, yuk cek tabel di bawah ini!

Dalam suatu bahasa, terkadang tata bahasa menjadi suatu penghalang bagi seseorang untuk mempelajari bahasa baru. Namun, di dalam bahasa Esperanto, tata bahasanya cenderung mudah dan konsisten sehingga membuatnya mudah untuk diprediksi. Misalnya, kalimat yang menunjukkan masa lampau akan memiliki kata kerja berakhiran –is, masa sekarang berakhiran –as, dan masa yang akan datang berakhiran –os.
Selain tata bahasanya, kata dalam bahasa Esperanto juga mudah untuk diingat lho karena banyak memiliki kesamaan dengan bahasa-bahasa Roman, seperti Spanyol, Prancis, Italia, dan lain-lain. Jenis katanya pun mudah untuk diklasifikasikan. Misalnya untuk kata benda pasti selalu berakhiran –o, contoh: konversacio (percakapan), kafo (kopi), dan ceramiko (keramik). Kata sifat selalu berakhiran –a, contoh: bela (cantik), amika (ramah), dan malklera (jahil). Kemudian ada pula kata kerja infinitif yang selalu berakhiran –i, contoh: paroli (berbicara), legi (membaca), dan marŝi (berjalan).
Esperanto Dapat Membantumu Untuk Mempelajari Bahasa Lain
Kalian ingatkan kalau bahasa Esperanto memiliki banyak kata yang sama dengan bahasa-bahasa Roman? Biasanya, mempelajari bahasa baru yang memiliki kesamaan dengan bahasa ibu dapat mempermudah kalian untuk menguasainya. Misalnya, orang yang sehari-harinya berbicara bahasa Inggris dapat mempelajari bahasa Prancis dengan lebih mudah karena terdapat beberapa kosa kata yang mirip di antara keduanya.
Hukum ini tentu saja berlaku untuk bahasa Esperanto lho! Dengan fakta bahwa bahasa ini dibuat oleh Zamenhof menggunakan berbagai macam bahasa Roman sebagai landasannya, tentu akan membuat kalian selangkah lebih cepat untuk menguasai bahasa asing lainnya, seperti bahasa Spanyol, Prancis, Portugis, Italia, dan sebagainya. Jadi, menguasai bahasa Esperanto dapat menjadi pijakan awal yang kuat untuk memulai bahasa asing yang lebih kompleks.
Berpotensi Untuk Menjadi Bahasa Internasional yang Penting di Masa Depan
Meskipun merupakan bahasa buatan, Esperanto bukanlah sembarang bahasa lho guys! Coba kalian pikirkan deh. Bahasa Esperanto sudah memiliki dua juta orang penutur dari seluruh dunia dengan seribu di antaranya adalah penutur asli atau menjadikan bahasa ini sebagai bahasa ibu mereka. Salah satu penutur aslinya yang paling terkenal adalah seorang keturunan Hungaria-Amerika bernama George Soros di mana ayahnya merupakan penutur berat bahasa Esperanto. Nah, dari situ bisa kita lihat bahwa bahasa Esperanto cukup sukses dengan jumlah penuturnya, bukan? Meskipun itu bukanlah bahasa alami suatu negara.
Akan tetapi, dengan seiring berkembangnya waktu dan semakin merebaknya pengenalan bahasa Esperanto hingga saat ini di berbagai negara, bukan menjadi suatu hal yang tidak mungkin bagi bahasa ini untuk menjadi bahasa internasional yang sangat penting di masa depan. Terlebih lagi, tujuan dari bahasa ini adalah untuk menyatukan semua masyarakat di seluruh dunia.
Ingin Cari Sahabat atau Teman Baru? Esperanto Jawabannya!
Dengan banyaknya jumlah penutur Esperanto, atau yang biasa disebut Esperantist, mereka saling menjangkau satu sama lain layaknya sebuah keluarga di dalam komunitas-komunitas yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Yups, asyik bukan? Katakanlah di Indonesia, ada Indonezio Esperanto Asocio (IEA) yang merupakan asosiasi atau perkumpulan para pengguna bahasa Esperanto di Indonesia dan didirikan pada tahun 1952 oleh Rankajo Chailan Sjamsoe Datoe Toemenggoeng. Selain itu, di Medan ada pula sebuah komunitas Esperanto yang berdiri dibawah IEA bernama Aurora Movado.
Berkat adanya sejumlah komunitas Esperanto yang ada di berbagai negara, rasa kekeluargaan atau persahabatan tentunya menjadi semakin erat. Jika kalian berada di luar negeri, baik di Rusia, Prancis, Amerika, atau bahkan Afrika, dan bertemu dengan Esperantist, kalian pasti akan merasakan aura persahabatan tersebut menguar keluar.
Nah, jika kalian ingin belajar bahasa asing yang gampang sekaligus cari-cari teman baru, bahasa Esperanto bisa mulai masuk ke dalam list kalian nih. Namun, kalau kalian bingung harus mulai dari mana dan cepat bosan apabila belajar sendiri, Linguo bisa menjawab keresahan itu lho guys! Dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp150.000 kalian bisa belajar bahasa apapun, termasuk Esperanto selama dua bulan! Widih, menarik banget kan? Kuy belajar bahasa Esperanto bersama Linguo agar kegiatan belajar bahasa kalian makin asyik!
Referensi
Asosiasi Esperanto Indonesia. Sejarah AEI. Diakses pada 4 Februari 2022, dari http://www.esperanto.or.id/
Delvin, T.M. (2019, 25 April). What Is Esperanto, And Who Speaks It?. Diakses pada 4 Februari 2022, dari https://www.babbel.com/en/magazine/how-many-people-speak-esperanto-and-where-is-it-spoken
Lewis, B. Just 2 weeks learning Esperanto can get you months ahead in your target language. Diakses pada 4 Februari 2022, dari https://www.fluentin3months.com/2-weeks-of-esperanto/
Marian, J. Learning Esperanto: Is it worth it?. Diakses pada 2 Februari 2022, dari https://jakubmarian.com/learning-esperanto-is-it-worth-it/
Nee, T. (2013, 28 Desember). Mengapa Saya Mempelajari Bahasa Esperanto?. Diakses pada 4 Februari 2022, dari https://www.kompasiana.com/amp/tdnee/mengapa-saya-mempelajari-bahasa-esperanto_5528940d6ea834fc248b462e
Widuri, W. (2018, 30 Mei). Jarang Diketahui, Ini Dia 5 Fakta Unik tentang Bahasa Esperanto!. Diakses pada 2 Februari 2022, dari https://www.idntimes.com/life/education/amp/widi-widuri/jarang-diketahui-ini-dia-5-fakta-unik-tentang-bahasa-esperanto




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!