Kalau kamu tertarik belajar banyak bahasa, mungkin pernah muncul pertanyaan, berapa bahasa agar disebut polyglot? Sekilas, jawabannya terdengar sederhana. Banyak orang menganggap seseorang baru bisa disebut polyglot jika menguasai 10, 20, atau bahkan puluhan bahasa. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Faktanya, tidak ada aturan resmi yang menetapkan jumlah bahasa tertentu agar seseorang dapat disebut polyglot. Istilah ini lebih berkaitan dengan kemampuan menggunakan beberapa bahasa secara aktif daripada sekadar menghitung jumlah bahasa yang pernah dipelajari. Lalu, berapa bahasa yang umumnya dimiliki seorang polyglot? Simak penjelasannya berikut ini.
Apakah Ada Standar Resmi Jumlah Bahasa Seorang Polyglot?
Jawabannya adalah tidak ada. Hingga saat ini, tidak ada lembaga internasional maupun organisasi bahasa yang menetapkan definisi resmi mengenai jumlah bahasa yang harus dikuasai agar seseorang layak disebut polyglot.
Artinya, istilah polyglot lebih merupakan sebutan yang digunakan secara umum dalam dunia pembelajaran bahasa dibandingkan sebuah kategori yang memiliki aturan baku. Meski demikian, ada pemahaman yang cukup luas digunakan oleh para pembelajar bahasa.
Umumnya, Polyglot Menguasai Empat Bahasa atau Lebih
Dalam praktiknya, seseorang biasanya mulai disebut polyglot ketika mampu menggunakan empat bahasa atau lebih. Perlu diingat bahwa angka tersebut bukan aturan mutlak, melainkan kesepakatan yang umum digunakan dalam percakapan maupun komunitas pembelajar bahasa.
Apakah Harus Fasih Seperti Penutur Asli?
Ini juga menjadi salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi. Banyak orang mengira seorang polyglot harus berbicara semua bahasa seperti penutur asli (native speaker). Faktanya, hal tersebut tidak menjadi syarat. Seorang polyglot bisa saja memiliki tingkat kemampuan yang berbeda pada setiap bahasa. Sebagai contoh:
- Sangat fasih berbahasa Indonesia dan Inggris.
- Lancar menggunakan bahasa Jepang untuk pekerjaan.
- Mampu bercakap-cakap dalam bahasa Korea.
- Memiliki kemampuan membaca bahasa Jerman untuk keperluan akademik.
Selama bahasa-bahasa tersebut benar-benar dapat digunakan sesuai kebutuhan, seseorang tetap dapat dianggap sebagai polyglot.
Apakah Bisa Disebut Polyglot Jika Menguasai Tiga Bahasa?
Secara teknis, seseorang yang menguasai tiga bahasa lebih tepat disebut trilingual. Namun, dalam percakapan sehari-hari, tidak sedikit orang yang menggunakan istilah polyglot secara lebih longgar untuk menyebut siapa saja yang mampu menggunakan banyak bahasa. Meski demikian, jika mengacu pada penggunaan yang paling umum, seseorang biasanya disebut polyglot ketika telah menguasai empat bahasa atau lebih.
Apakah Harus Menguasai Semua Bahasa dengan Sempurna?
Tidak. Bahkan banyak polyglot mengakui bahwa kemampuan mereka berbeda-beda pada setiap bahasa. Misalnya:
- Bahasa pertama digunakan setiap hari sehingga paling lancar.
- Bahasa kedua digunakan untuk pekerjaan.
- Bahasa ketiga dipakai saat bepergian.
- Bahasa keempat masih berada pada tingkat menengah.
Hal tersebut sangat wajar karena kemampuan bahasa akan berkembang sesuai seberapa sering bahasa tersebut digunakan. Yang lebih penting adalah kemampuan berkomunikasi secara efektif, bukan kesempurnaan.
Mengapa Jumlah Bahasa Bukan Satu-Satunya Tolok Ukur?
Jika hanya menghitung jumlah bahasa, seseorang bisa saja menghafal beberapa frasa dari banyak bahasa tanpa benar-benar mampu menggunakannya. Karena itu, komunitas pembelajar bahasa lebih menghargai kemampuan menggunakan bahasa dibandingkan sekadar mengetahui kosakata atau aturan tata bahasanya. Seorang polyglot biasanya mampu melakukan beberapa hal berikut:
- Memahami percakapan.
- Berkomunikasi dengan penutur bahasa tersebut.
- Membaca berbagai jenis teks.
- Menulis sesuai kebutuhan.
- Terus mengembangkan kemampuan bahasanya.
Inilah yang membedakan antara "pernah belajar banyak bahasa" dan benar-benar menjadi seorang polyglot.
Apakah Semua Orang Bisa Menjadi Polyglot?
Kabar baiknya, jawabannya adalah bisa. Banyak polyglot di dunia memulai perjalanan mereka dengan mempelajari satu bahasa asing terlebih dahulu. Setelah merasa nyaman, mereka menambahkan bahasa berikutnya secara bertahap.
Belajar empat bahasa sekaligus sejak awal justru bukan pendekatan yang disarankan bagi kebanyakan orang. Fokus pada satu bahasa hingga mencapai tingkat yang cukup kuat biasanya akan mempermudah proses mempelajari bahasa lain di kemudian hari. Konsistensi jauh lebih penting daripada kecepatan.
Wujudkan Target Menjadi Polyglot Bersama Linguo
Kalau impianmu adalah menguasai lebih dari satu bahasa, perjalanan tersebut akan terasa lebih mudah jika didukung dengan sistem belajar yang tepat. Linguo adalah kursus polyglot pertama di Indonesia yang menyediakan lebih dari 55 pilihan bahasa dalam satu tempat. Kamu bisa memulai dari satu bahasa, lalu melanjutkan ke bahasa lain tanpa harus berpindah platform belajar.
Didukung pengajar berpengalaman, kurikulum yang terstruktur, dan kelas yang fleksibel, Linguo membantu kamu membangun kemampuan bahasa secara bertahap sesuai target yang ingin dicapai. Baik kamu ingin menjadi bilingual, multilingual, maupun polyglot, semua perjalanan besar selalu dimulai dari langkah pertama.




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!