Halo, Lingfriends! Kalian yang baca artikel ini, asalnya dari daerah mana aja, sih? Apakah ada yang dari pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua, atau Sulawesi? Coba absen, dong! Nah, selain bahasa Indonesia, kalian pasti berkomunikasi dengan bahasa daerah di tempat tinggal masing-masing, kan? Udah jadi pengetahuan umum, kalau Indonesia kaya dengan keragaman masyarakatnya mulai dari suku, agama, budaya, adat istiadat, sampai bahasa daerah. Dilansir dari databoks, negara Indonesia punya kurang lebih 720 bahasa daerah, loh! Nah, dalam kesempatan ini, Minling mau bahas fakta-fakta salah bahasa daerah di Indonesia yaitu bahasa Banjar.
Bahasa Banjar adalah bahasa daerah yang dituturkan oleh suku Banjar di Kalimantan Selatan. Selain Kalimantan Selatan, bahasa Banjar juga digunakan di daerah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan daerah lain di Sumatera yang mempunyai perantau etnis Banjar. Oleh karena itu, bahasa Banjar mempunyai banyak dialek atau variasi yang dipengaruhi oleh bahasa daerah lain seperti bahasa dayak. Bahasa Banjar termasuk ke dalam bahasa daerah dengan paling banyak penutur di Indonesia dengan jumlah penutur sebanyak 3,6 hingga 6,5 juta jiwa. Nah, selain fakta-fakta ini, Minling mau bahas lebih jauh lagi tentang fakta bahasa Banjar ini, jadi terus pantengin terus artikel ini ya, biar wawasan kamu lebih luas.
- Sejarah dan perkembangan bahasa Banjar
- Sejarah dan perkembangan bahasa Banjar
Bahasa Banjar termasuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia lebih tepatnya turunan dari bahasa Melayu. Awalnya bahasa Banjar ditulis menggunakan aksara Arab. Seiring perkembangannya, bahasa Banjar ditulis dalam bahasa Latin seperti sekarang. Penyebab bahasa Banjar ditulis dalam aksara Arab karena adanya kedatangan agama islam pada abad ke-15. Sebelum penyebaran agama Islam di Kalimantan, daerah tersebut terlebih dahulu dikuasai oleh Kerajaan Hindu-Budha seperti kerajaan Kutai. Pada masa kerajaan Hindu-Budha inilah, bahasa Banjar pertama kali berkembang.
- Kesamaan bahasa Banjar dengan bahasa lain
- Kesamaan bahasa Banjar dengan bahasa lain
Seperti Minling jelaskan sebelumnya, bahasa Banjar mempunyai daerah penyebaran yang bermacam-macam di daerah Indonesia maupun negeri lain. Hal ini menyebabkan bahasa Banjar mempunyai kesamaan dengan bahasa daerah lain. Selain faktor tersebut, bahasa Banjar dapat mempunyai kesamaan dengan bahasa lain karena sama-sama merupakan turunan dari bahasa Austronesia. Ada beberapa kosa kata bahasa Banjar yang mirip dengan bahasa Jawa contohnya seperti hanyar (Banjar) dan anyar (Jawa) yang artinya lama, lalu larang dalam bahasa Banjar dan Jawa yang artinya mahal.
Nah, Lingfriends! Itu tadi adalah fakta menarik tentang bahasa Banjar yang perlu kamu tahu. Jadi, gimana? Apakah kalian tertarik untuk belajar bahasa Banjar walaupun kalian bukan dari Kalimantan maupun dari suku Banjar? Eits, kalian yang masih berpikiran apa gunanya belajar bahasa daerah lain, jangan salah, loh! Tidak ada salahnya, loh, belajar bahasa daerah sebagai upaya menghargai dan melestarikan keanekaragaman budaya negara kita. Kalau kalian ketemu jodoh orang Banjar, bisa jadi nilai plus, loh kalau kamu ternyata bisa bicara bahasa Banjar, hihi!
Buat kalian yang bingung di mana tempat belajar bahasa daerah di zaman modern gini, jangan salah sangka Linguo nyedian kursus daring bahasa daerah, loh! Salah satunya ialah bahasa Banjar. Ada pengajar, sesi kelas daring, modul materi, dan konsultasi online yang bisa kamu nikmati dengan harga yang murah cuma di linguo. Di mana lagi kamu bisa belajar bahasa Banjar dengan fasilitas dan harga yang berkualitas kalau nggak di Linguo. Jadi, yuk, tunggu apalagi! Cek instagram dan website linguo.id buat info lebih lanjut.
Rujukan
Mutia Annur, Cindy. 2023. Indonesia Peringkat Kedua Negara dengan Jumlah Bahasa Terbanyak Dunia. URL: https://databoks.katadata.co.id/infografik/2023/03/28/indonesia-peringkat-kedua-negara-dengan-jumlah-bahasa-terbanyak-dunia
Daniswari, Dini. 2022. Bahasa Banjar: Asal, Percakapan Sehari-hari, dan Arti. URL: https://makassar.kompas.com/read/2022/01/21/234519778/bahasa-banjar-asal-percakapan-sehari-hari-dan-arti




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!