Sampurasun, Lingfriends! bahasa daerah merupakan salah satu kebudayaan nusantara yang digunakan untuk berkomunikasi, mengedukasi, dan sebagai wadah untuk menyatukan bangsa. Beragamnya bahasa daerah yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, tentunya harus diiringi dengan pelestarian dan penerapan dengan baik. Salah satu bahasa daerah yang ingin MinLing bahas yakni, bahasa Sunda.
Bahasa Sunda merupakan bahasa yang digunakan sehari-hari masyarakat suku Sunda. Orang Sunda dikenal sangat ramah dan baik. Hal itu terlihat dari penggunaan bahasa Sunda seperti kata “Kumaha, damang?” yang artinya menanyakan kabar seseorang atau ungkapan “Hatur nuhun” yang artinya terima kasih. kata-kata yang tercermin dalam bahasa tersebut terkesan lembut dan sopan.
Pelestarian bahasa Sunda sangat penting untuk dilakukan, mengingat di era modern ini teknologi serta kebudayaan luar sangat berkembang pesat. Generasi milenial khususnya yang berasal dari daerah Jawa Barat harus melestarikan dan mengimplementasikan bahasa Sunda dengan baik, agar kebudayaan sunda tidak tergerus oleh zaman. Selain itu, bahasa sunda menyimpan ilmu pengetahuan dan tata nilai budaya, baik dalam bentuk kosakata, ungkapan, karya sastra baik lisan, maupun lisan dan memiliki fakta menarik lainnya
Memiliki dua dialek
Bahasa sunda memiliki dua dialek, yaitu dialek (h) dan dialek non-(h). Kedua dialek tersebut memiliki perbedaan hingga 60 persen. Dialek (h) merupakan dialek standar, jumlah penuturnya besar dan geografisnya luas yang umumnya dituturkan oleh hampir seluruh penduduk Jawa Barat, seperti Majalengka, Bogor, Tasikmalaya, Kuningan, Bekasi, Garut. Kemudian Ciamis, Sukabumi, Subang, Purwakarta, Sumedang, Cianjur, Karawang, Bandung, Bandung Barat, dan Cirebon.
Sementara dialek non-(h) penutur geografisnya yang merupakan enclave bahasa sunda di daerah pemakai bahasa jawa umumnya dituturkan oleh masyarakat di Desa Pareangirang, Kecamatan Kadang Haur, Indramayu, serta daerah pesisir utara.
Memiliki Tiga Tingkatan Bahasa
Bahasa sunda memiliki tiga tingkatan dalam ekspresi pengucapan. Terdiri dari basa kasar, basa sedeng, dan basa alus. Bahasa kasar umumnya digunakan untuk teman atau orang dekat seperti ungkapan “Aing” yang berarti saya. Bahasa sedeng dipergunakan untuk diri sendiri seperti ungkapan “Dongkap” yang artinya datang dan bahasa halus yang biasanya digunakan untuk menghormati orang lain seperti ungkapan “Anjeun” yang berarti kamu.
Salah Satu Bahasa Daerah dengan Jumlah Penutur Terbanyak
Penutur bahasa Sunda juga sangat besar, hal ini dikarenakan suku Sunda juga tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Masyarakat yang menggunakan bahasa Sunda di Indonesia sebanyak 32,4 juta jiwa, dengan jumlah etnis sunda di Indonesia sekitar 36,7 jiwa. Sehingga, bahasa sunda dapat dikatakan memiliki Jumlah penutur yang banyak.
Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang bahasa Sunda. Kalau kamu ingin belajar bahasa Sunda, kamu harus mempunyai persiapan yang matang, niat dengan sungguh-sungguh, dan mencari referensi bahan ajar. Referensi yang dapat kamu cari yakni dengan media pembelajaran Linguo. Di Linguo, kamu akan mendapatkan pembelajaran bahasa Sunda mulai dari tingkat dasar sampai lanjutan. Dengan tutor yang sudah berpengalaman, akan menambah rasa percaya diri kalian untuk belajar bahasa Sunda dan kalian dapat berinteraksi dengan teman-teman kelas yang asik. So, tunggu apalagi? Yuk segera daftar!
Rujukan
Eris Kuswara. 2022. Tujuh Fakta Menarik Bahasa Sunda. URL:https://koropak.co.id/17343/tujuh-fakta-menarik-bahasa-sunda
Nurul Diva Kautsar. 2023. Viral Kata Maneh, Ini 5 Fakta Bahasa Sunda yang Punya Tingkatan Halus sampai Kasar. URL:https://www.merdeka.com/jabar/viral-kata-maneh-ini-5-fakta-bahasa-sunda-yang-punya-tingkatan-halus-sampai-kasar.html
William Ciputra. 2022. 7 Fakta Menarik Bahasa Sunda yang Ternyata Salah Satu Bahasa Daerah Tertua di Indonesia. URL:https://bandung.kompas.com/read/2022/01/19/112924578/7-fakta-menarik-bahasa-sunda-yang-ternyata-salah-satu-bahasa-daerah-tertua




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!