Kalian pasti tidak menyangka kalau ada satu pulau di Indonesia yang menjadi ladang garam terbesar di Asia Tenggara. Pulau itu adalah Pulau Madura. Pulau yang terhubung dengan Surabaya melalui Jembatan Suramadu ini tidak hanya terkenal karena sate dan karapan sapinya. Madura juga menjadi kontributor utama produksi garam nasional. Jawa Timur tercatat sebagai provinsi penghasil garam nomor satu dengan produksi 399.023,60 ton pada tahun 2020, dan Madura mendominasi angka tersebut.
Bahasa Madura Lebih dari Sekadar Dialek Khas
Pulau Madura yang terdiri atas empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, memiliki bahasa daerah yang sangat khas, yaitu Bahasa Madura. Bahasa ini resmi disempurnakan pada Mei 1973 di Gedung Pertemuan Kantor Karesidenan dan hingga kini masih aktif digunakan oleh masyarakat.
Menariknya, Bahasa Madura tidak hanya digunakan di Pulau Madura. Penuturnya juga tersebar di berbagai wilayah lain, seperti: Jawa Timur: Malang, Situbondo, Pasuruan, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Surabaya, hingga Pulau Bawean di Gresik. Luar Jawa: Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Kalimantan Barat.
Mengapa Bahasa Madura Dianggap Sulit?
Bahasa Madura dikenal memiliki dialek khas yang cukup sulit ditiru. Keunikannya terlihat dari beberapa aspek berikut.
Fonologi atau Sistem Bunyi
Bahasa Madura memiliki jenis fonem yang berbeda, aturan kombinasi fonem yang unik, serta pola suku kata yang khas.
Leksikal atau Kosakata
Bahasa Madura tidak memiliki kata ganti orang ketiga, kata ganti orang pertama jamak, dan kata ganti orang kedua jamak. Selain itu, bahasa ini juga tidak menggunakan klitika, memiliki satu simbol untuk konsep “tidak ada” dan “habis”, serta memakai aspek dan partikel yang berbeda.
Struktur Bahasa
Keunikan lainnya tampak pada bentuk kata ulang, konstruksi pasif, posesif, imperatif, dan komparatif yang khas. Morfofonemik prefiks N juga tergolong rumit sehingga membutuhkan pemahaman lebih mendalam.
Tidak heran jika banyak orang menganggap Bahasa Madura sulit dipelajari.
Mengapa Perlu Belajar Bahasa Madura?
Belajar Bahasa Madura bukan hanya tentang menguasai bahasa baru, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya Indonesia. Di tengah pengaruh Bahasa Indonesia yang semakin kuat, penggunaan Bahasa Madura murni mulai berkurang karena banyak penutur mencampurkannya dengan bahasa sehari hari lainnya.
Selain membantu melestarikan bahasa daerah, mempelajari Bahasa Madura juga dapat melatih fokus dan ketekunan karena struktur dan kosakatanya yang kompleks. Bahasa ini juga dapat memperkaya kemampuan berbahasa bagi para pecinta bahasa dan membantu memahami budaya Madura secara lebih mendalam.
Yuk, Saatnya Melestarikan Bahasa Daerah
Bahasa Madura memang terlihat rumit, tetapi bukan berarti tidak bisa dipelajari. Dengan pendekatan yang tepat, bahasa ini dapat dipahami sekaligus menjadi cara untuk mengenal budaya Madura lebih dekat. Mari ikut melestarikan bahasa daerah Indonesia dan menjaga kekayaan budaya bangsa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Linguo menyiapkan kelas khusus belajar bahasa Madura yang Lingfriends bisa ikuti dengan harga yang terjangkau. Bahasa Madura juga merupakan bahasa yang cocok untuk Lingfriends yang ingin menjadi polyglot lho! Untuk informasi lebih lengkap, Lingfriends bisa cek instagram Linguo.id dan click link di bio. Yuk, lestarikan bahasa daerah Indonesia bersama Linguo!
Sumber Rujukan
Sofyan, Akhmad (2017). The Language Attitudes of Madurese People and the Prospects of Madura Language. The International Journal of Social Sciences and Humanities Invention, Vol. 4, No. 9.
Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (2020). Produksi Garam Tahun 2020. KKP.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Bahasa Madura. Kemdikbud.




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!