Bagi kalian yang sudah lama belajar bahasa Inggris, pasti sudah familiar dengan istilah active voice dan passive voice. Bahkan, mungkin kalian sering mendengar saran bahwa active voice lebih baik digunakan dibandingkan passive voice, baik saat berbicara maupun menulis. Alasannya sederhana. Kalimat aktif terdengar lebih jelas, langsung, menarik, dan mudah dipahami. Tapi, apakah benar active voice selalu lebih baik daripada passive voice? Jawabannya tidak selalu. Semua tergantung konteks penggunaannya.

Apa Itu Active Voice?

Dalam active voice, subjek melakukan suatu tindakan terhadap objek. Contoh: “I love you.” Pada kalimat tersebut:

I = subjek

- love = kata kerja

- you = objek

Subjek melakukan aksi secara langsung kepada objek. Karena itulah active voice terasa lebih jelas dan tegas.

Rumus Active Voice

Subject + Verb + Object. 

Contoh: She writes a letter | They play football.

Apa Itu Passive Voice?

Dalam passive voice, fokus kalimat berpindah ke objek yang menerima tindakan. Contoh: “You are loved by me.” Di sini:


  • - You menjadi fokus utama
  • - Kata kerja berubah menjadi bentuk pasif
  • - Pelaku tindakan ditempatkan di belakang

Kalimat pasif biasanya digunakan ketika tindakan lebih penting daripada siapa pelakunya.

Rumus Active Voice

Subject + to be + Verb 3 + by + Object

Contoh: The letter is written by her | Football is played by them.

Perbedaan Active Voice dan Passive Voice

Active VoicePassive Voice
Subjek melakukan tindakanSubjek menerima tindakan
Fokus pada pelaku aksiFokus pada tindakan atau hasil
Kalimat lebih jelas dan langsungKalimat lebih formal
Lebih singkat dan mudah dipahamiBiasanya lebih panjang
Sering digunakan dalam percakapan sehari-hariSering digunakan dalam tulisan ilmiah atau laporan
Pola: Subject + Verb + ObjectPola: Subject + to be + Verb 3 + by + Object
Contoh: “She writes a letter.”Contoh: “A letter is written by her.”