Sebelum mengetahui perbedaan angka sino korea dan native korea, kita perlu membahas sedikit sejarah tentang Bahasa Korea. Secara sejarah, penggunaan bahasa Korea pada sistem penulisan Korea modern, hangeul, dirancang pada tahun 1443 pada masa pemerintahan Raja Sejong, raja terbesar dari Dinasti Yi (1392–1910). Sebelum mengenal aksara hangeul, masyarakat Korea menggunakan aksara China sebagai alat komunikasi mereka.

Akibatnya, hanya kaum elit yang mampu menyediakan waktu yang diperlukan untuk belajar aksara Cina. Oleh karena itu, Raja Sejong (1397–1450) membuat aksara Korea (hangeul) agar lebih efisien dan lebih mudah diakses oleh rakyat jelata. Hingga era modern saat ini, bahasa Korea ditulis dalam aksara korea, seperti Hangeul di Korea Selatan, serta Chosŏn’gŭl di Korea Utara.

Angka Sino dan Angka Native

Dalam bahasa Korea memiliki dua sistem angka, akan tetapi keduanya tidak digunakan secara bersamaan. Keduanya memiliki tujuan yang berbeda-beda serta keduanya perlu memahami konteksnya. Kedua sistem tersebut bernama Angka Native Korea dan Angka Sino-Korea. Untuk mengetahui cara penggunaan kedua angka tersebut, perlu melihat perbedaan awal perhitungan angka mereka yang dimulai 1 sampai 10. Masing-masing keduanya berbeda dalam penyebutan angka dan huruf Hangulnya.

Angka Native Korea

Angka Sino-Korea

1 하나 (hana) 6 여섯 (yeset)

1 일 (il) 6 육 (yuk)

2 둘 (dul) 7 일곱 (ilgop)2 이 (i) 7 칠 (chil)
3 셋 (set) 8 여덟 (yedol)3 삼 (sam) 8 팔 (pal)
4 넷 (net) 9 아홉 (ahop)4 사 (sa) 9 구 (gu)
5 다섯 (daset) 10 열 (yeol)5 오 (o) 10 십 (sip)

Jumlah Native Korea dan Sino-Korea juga berbeda tergantung pada situasi di mana mereka digunakan. Dalam kehidupan sehari-hari, ketika mengacu pada sejumlah kecil objek, angka native digunakan. Namun, ketika mengacu pada sejumlah besar objek, maka angka Sino-Korea digunakan. Misalnya, jika ingin menggunakan angka lebih dari 99 angka, maka angka Native Korea tidak digunakan melainkan angka Sino-Korea yang digunakan.

Ada perbedaan dalam penggunaan kedua sistem angka tersebut. Native Korea berfungsi sebagai menentukan barang kuantitas, menyatakan perhitungan usia, menghitung sejumlah orang dan menghitung jam (tidak termasuk menit). Di sisi lain, Sino-Korea berfungsi sebagai menyebutkan nomor telepon, menentukan waktu, menghitung menit, menghitung skala besar seperti satuan ukur dan nominal uang, dan menyebutkan nama-nama bulan.

Dari pembahasan di atas, kedua angka korea tersebut tidak sesulit itu, melainkan bagaimana kita melihat penggunaan konteksnya, sehingga untuk beradaptasi dari kedua angka sistem tersebut perlu belajar perlahan-lahan. Oleh karena itu, Linguo.id menyediakan program belajar Bahasa Korea secara mendalam serta dapat mudah dipahami dan menyenangkan. Ayo mari mendaftar sebelum kehabisan kuotanya!


Rujukan

Oh, Seung-eun. 2006. Korean Made Easy For Beginners. Edisi ke-20. Darakwon. Republik of Korea.