你好! Nǐ hǎo!
Jika berbicara tentang bahasa Cina, seringkali diidentikan sebagai bahasa Mandarin saja. Saat mendengar mereka berbicara, tidak sedikit yang berasumsi bahwa mereka sedang berbicara bahasa Mandarin. Namun, sebenarnya terdapat bahasa lainnya yang digunakan oleh orang-orang Tionghoa, yaitu Kanton, Hunanis (Xiang), Hakka, Shanghainese, Mandarin dan Hokkian. Setiap bahasa memiliki keunikan masing-masing dan tidak jarang memiliki kesamaan satu sama lain. Berdasarkan jumlah penutur, bahasa Mandarin merupakan bahasa yang paling banyak digunakan dan Kanton berada di urutan ke dua.
Individu yang fasih dalam kedua bahasa dapat berkomunikasi satu sama lain melalui kata-kata tertulis, karena bahasa Mandarin dan Kanton memiliki dasar huruf abjad yang sama. Mereka berbagi bentuk tertulis, meskipun terdapat karakter yang disederhanakan/tradisional, yang membuat pembacaan kedua bahasa tersebut serupa dan umumnya dapat saling dimengerti. Lalu, kira-kira apa saja perbedaan di antara keduanya, ya? Yuk, simak terus!
Perbedaan Dialek
Cina Mandarin (guānhuà 官话 ), adalah kumpulan dialek Cina yang dominan di Cina utara dan di provinsi-provinsi barat daya karena migrasi dan merupakan lingua franca Cina. Sedangkan bahasa Kanton (guǎngdōng huà廣東話), adalah bagian dari rumpun bahasa Yue yang digunakan di Tiongkok selatan. Alih-alih Yue, bahasa Kanton adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut rumpun bahasa ini. Kanton adalah dialek lokal di bagian tenggara Cina.
Persebaran Area Penggunaan
Bahasa Mandarin (國語 atau 普通話) adalah bahasa resmi di Tiongkok Daratan dan Taiwan. Bahasa Mandarin digunakan oleh sebagian besar sekolah dasar, perguruan tinggi, dan universitas Tiongkok, serta di sebagian besar media arus utama mereka, termasuk film, stasiun radio, program televisi, dan musik. Bahasa Mandarin juga digunakan secara luas di kota-kota besar di Cina seperti Beijing dan Shanghai, begitu juga di Singapura dan Taiwan. Sedangkan bahasa Kanton (粵語 atau 廣東話) digunakan secara luas di Macau, provinsi Guangdong (termasuk Guangzhou) dan Guangxi di Cina Selatan dan merupakan bahasa utama di Hong Kong sampai penyerahan oleh Inggris tahun 1997 kepada Cina. Berikut adalah ilustrasi persebaran area berbahasa Mandarin dan Kanton.
Persebaran penggunaan bahasa Mandarin dan KantonSebagian besar komunitas Tionghoa di Australia, Eropa, Amerika Utara, dan bagian lain dunia juga menggunakan bahasa Kanton sebagai bahasa utama mereka. Namun dalam beberapa tahun terakhir, jumlah orang Tionghoa berbahasa Mandarin yang tinggal di luar negeri telah meningkat pesat karena sebagian besar imigran Taiwan yang memainkan peran yang lebih besar dan lebih aktif dalam budaya dan ekonomi global.
Penggunaan Nada Yang Berbeda
Kedua bahasa ini merupakan tonal language (bahasa bernada). Tetapi, penggunaan nada didalamnya sangatlah berbeda. Bagi mereka yang tidak fasih menggunakan dua bahasa tersebut mungkin akan menganggap dua bahasa tersebut terdengar sama. Namun pada kenyataannya kedua bahasa tersebut sangat berbeda, orang yang fasih berbahasa Mandarin tidak akan mengerti saat diajak berbicara bahasa Kanton dan sebaliknya.
Nada bahasa Kanton sehari-hari yang membuat penutur bahasa Mandarin sulit untuk memahaminya, begitu juga sebaliknya. Pengucapan kata-kata dalam bahasa Kanton dan Mandarin sangat berbeda. Meskipun mereka memiliki sedikit kesamaan, mereka tidak dapat dengan mudah memahami satu sama lain. Mandarin menggunakan empat nada, sedangkan Kanton memiliki setidaknya enam dan kadang-kadang sebanyak sembilan. Nada yang berbeda juga memiliki arti yang berbeda, bahkan ketika digunakan untuk kata yang sama. Berikut ini nada dalam bahasa Mandarin dan Kanton.
Cantonese tones | Mandarin tones |
|---|---|
High level (HL) sī poem | First tone (1) - high and level - mā |
High Rising (HR) sí history | Second tone (2) - moderately rising - má |
Middle Level (ML) si to try | Third tone (3) - falling and rising - mǎ |
Low Falling (LF) sìh time | Fourth tone (4) - starts high and drops sharply - mà |
Low Rising (LR) síh market | Neutral tone (5) - quick and light - ma |
Low Level (LL) sih matter |
Sistem Romanisasi yang Berbeda
Di Daratan Cina, Mandarin hanya menggunakan Hanyu Pinyin untuk transliterasi. Sedangkan di Taiwan digunakan Zhuyin atau Bopomofo. Sebagai perbandingan, sistem romanisasi Kanton sangat berbeda. Saat ini, ada lebih dari tujuh sistem untuk bahasa Kanton, tetapi tidak ada yang resmi atau terpadu. Di antaranya adalah Jyutping, Yale, dan Pinyin Kanton umumnya diterima dan digunakan. Berikut adalah beberapa perbedaan sistem romanisasi:
- Jyutping menggunakan nomor nada dan mudah untuk mengetik Kanton (pengucapan), yang merupakan keuntungan besar dibandingkan sistem lain.
- Yale menggunakan tanda nada dan dibuat menurut pengucapan orang Barat, sehingga lebih membantu orang asing yang belajar bahasa Kanton.
- Pinyin Kanton juga menggunakan tanda nada tetapi lebih mirip dengan Pinyin Mandarin. Ini terutama digunakan di Cina Daratan di sekitar Guangzhou.
Perbedaan Variasi Abjad
Meskipun bahasa Kanton dan Mandarin memiliki alfabet yang sama, ada juga variasi dalam simbol dan goresan. Di Cina daratan dan Singapura, karakter yang disederhanakan dengan simbol dan sapuan kuas yang lebih sederhana menjadi lebih populer. Taiwan dan Hong Kong masih menggunakan karakter tradisional Tionghoa di mana sapuan kuasnya lebih kompleks. Dengan kata lain, mereka yang masih menggunakan karakter tradisional akan dapat membaca versi yang disederhanakan. Namun, orang yang mempelajari karakter sederhana tidak akan dapat mengenali karakter Cina tradisional.
Perbedaan Kosakata
Dalam hal kosakata, bahasa Kanton dan Mandarin sering menggunakan kata/karakter yang berbeda untuk hal yang sama. Contoh yang paling umum adalah kata benda untuk anggota keluarga. Contoh yang baik adalah 'nenek dari pihak ayah', yaitu 奶奶 (nǎinai) dalam bahasa Mandarin dan 嫲嫲 (maa4 maa4) dalam bahasa Kanton. Namun, 'ibu mertua di pihak suami', adalah 婆婆(pópo) dalam bahasa Mandarin, tetapi 奶奶(naai4 naai2) dalam bahasa Kanton. Dapatkah kalian melihat kontradiksi disana? 奶奶 digunakan dalam bahasa Mandarin maupun Kanton, tetapi mengacu pada anggota keluarga yang berbeda.
Selain sebutan anggota keluarga, bahasa Kanton dan Mandarin sangat berbeda dalam hal kata kerja, kata sifat, dan kosakata lainnya. Perbedaan perbendaharaan kata, bahkan pada tingkat tulisan, membuat mereka yang terbiasa berbicara bahasa Kanton sulit memahami bahasa Mandarin, dan sebaliknya
Struktur Gramatikal
Mandarin mengubah struktur kalimat berdasarkan makna emosional dan subjek. Sedangkan bahasa Kanton mengikuti pola yang ditetapkan dan logis. Tetapi bahasa Kanton memiliki lebih banyak ekspresi idiomatik yang membutuhkan tingkat keahlian linguistik yang lebih tinggi.
Ada banyak perbedaan dalam tata bahasa antara Kanton dan Mandarin, tetapi urutan kata keterangan dan objek ganda sangat jelas. Dalam bahasa Mandarin, kata keterangan biasanya ditempatkan sebelum kata kerja, sedangkan dalam bahasa Kanton, banyak kata keterangan ditempatkan setelah kata kerja. Misalnya, ketika mengatakan "你先出去" (nǐ xiān chūqù atau 'kamu pertama kali keluar') dalam bahasa Mandarin, sedangkan dalam bahasa Kanton, dapat dikatakan "你出去先" (nei5 ceot1 heoi3 sin1 atau 'kamu keluar dulu').
Perbedaan lainnya adalah pada objek ganda. Mandarin dan Kanton memiliki objek ganda dalam urutan yang berlawanan. Dalam bahasa Mandarin, objek tidak langsung berada di depan objek langsung, sedangkan dalam bahasa Kanton, objek langsung berada di depan objek tidak langsung. Misalnya, kita mengucapkan 他给我钱(tā gěi wǒ qián 'dia memberi saya uang' - subjek, kata kerja, objek tidak langsung, objek langsung) dalam bahasa Mandarin, sedangkan dalam bahasa Kanton, kita mengucapkan "他畀錢我" (keoi5 bei2 cin2 ngo5 'dia memberi uang [kepada] saya' - subjek, kata kerja, objek langsung, objek tidak langsung).
Wah, ternyata banyak sekali perbedaan dalam yang selama ini kita anggap sangat mirip ya! Ungkapan yang sering digunakan untuk menggambarkan percakapan antara orang Mandarin dengan Kanton adalah 'the chicken talking to the duck,' maksudnya adalah orang-orang mengira mereka saling memahami, padahal sebenarnya tidak! Nah, jika kalian ingin belajar lebih banyak tentang bahasa Mandarin ataupun Kanton, jangan sampai ketinggalan buat ikutan kelas bahasa di Linguo ya! Hanya Rp 150.000,- untuk 2 bulan, lho! Yuk, cek info selengkapnya di instagram @linguo.id




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!