Guten Tag, Lingfriends!
Siapa sangka, bahasa Jerman ternyata memiliki “dua wajah”. Ada bahasa Jerman rendah dan bahasa Jerman tinggi, dan keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok.
Kenalan Dulu dengan Bahasa Jerman Rendah dan Tinggi
Bahasa Jerman rendah (Plattdeutsch atau Niederdeutsch) merupakan versi santai atau bahasa Jerman Hilir yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Sementara itu, bahasa Jerman tinggi (Hochdeutsch) adalah versi formal yang menjadi standar resmi bahasa Jerman.
Menariknya, terdapat wilayah transisi di antara keduanya yang menggunakan bahasa Jerman Tengahan. Perbatasan ketiga wilayah bahasa ini dipetakan oleh Garis Benrath, yang dinamai dari sebuah kota yang berada tepat di garis batas bahasa tersebut. Dalam dunia linguistik, garis pemisah seperti ini disebut isologos.
Apa Perbedaannya?
Perbedaan paling mencolok terletak pada dialeknya. Dalam bahasa Jerman Hulu atau Jerman Tinggi, terdapat pengaruh Hukum Grimm kedua, yaitu perubahan konsonan letupan menjadi konsonan desis. Contohnya sebagai berikut:
/p/ → /ff/ → /f/
Bahasa Inggris sleep, bahasa Belanda slapen menjadi schlafen yang berarti “tidur”.
/p/ → /pf/
Bahasa Belanda paard menjadi Pferd, sedangkan bahasa Inggris pepper menjadi Pfeffer yang berarti “lada”.
/t/ → /ss/ → /s/
Bahasa Inggris eat, bahasa Belanda eten menjadi essen yang berarti “makan”.
/t/ → /ts/
Bahasa Inggris tide, bahasa Belanda tijd menjadi Zeit yang berarti “waktu”.
/k/ → /xx/ → /x/
Bahasa Inggris make, bahasa Belanda maken menjadi machen yang berarti “membuat”.
Selain itu, bahasa Jerman Hilir memiliki kemiripan dengan bahasa Belanda. Namun, struktur past participle-nya justru lebih mirip dengan bahasa Inggris. Jika bahasa Jerman Hulu menggunakan prefiks ge-, dalam bahasa Jerman Hilir prefiks tersebut sering kali dihilangkan.
Siapa yang Menggunakan Bahasa Ini?
Bahasa Jerman Hilir dominan digunakan di wilayah utara Jerman dan Belanda. Bahasa Jerman Hulu atau bahasa Jerman baku digunakan di selatan Jerman, Austria, Swiss, dan Luksemburg. Sementara itu, bahasa Jerman Pertengahan menjadi zona transisi yang juga termasuk kategori Jerman Tinggi.
Keberagaman Bahasa yang Menarik
Keberagaman dalam bahasa Jerman menunjukkan bahwa satu bahasa dapat memiliki variasi yang sangat luas. Di balik setiap dialek, terdapat sejarah, budaya, dan perkembangan linguistik yang menarik untuk dipelajari.
Penasaran ingin menguasai bahasa Jerman lebih dalam? Langsung saja bergabung di kelas bahasa Jerman Linguo. Tersedia juga berbagai pilihan kelas bahasa lainnya yang bisa membantu kamu memperluas kemampuan berbahasa asing. Yuk, belajar di dari Linguo sekarang! Bis später, Lingfriends!
Sumber Rujukan:
Soekatno, R. (2019, 9 Mei). Apa perbedaan antara bahasa Jerman rendah (Low Germany) dan bahasa Jerman tinggi (High Germany)? Quora. https://id.quora.com/Apa-perbedaan-antara-bahasa-Jerman-rendah-low-Germany-dan-bahasa-Jerman-tinggi-high-Germany




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!