Lingfriends, kalian pasti pernah melihat kotak kecil di pojok kanan bawah berisi seseorang yang menerjemahkan kalimat secara lisan dalam bahasa Indonesia ke bahasa isyarat di beberapa penayangan acara televisi, ‘kan? Memang tugas seorang interpreter juga menerjemahkan bahasa namun ternyata profesi interpreter dengan penerjemah ternyata berbeda, lho. Kalau kalian penasaran, simak beberapa hal tentang interpreter dibawah, ya!
Apa Itu Interpreter?
Interpreter (jurubahasa) adalah seseorang yang pekerjaannya terkait dengan bidang kebahasaan, khususnya bahasa asing. Dilansir dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo), tugasnya adalah menjadi penerjemah lisan yang bersifat langsung, fokus kepada makna pilihan kata, melek budaya (target dan sumber), memiliki pengetahuan umum yang luas, dan yang paling penting harus netral dengan tidak menambahkan atau mengurangi makna dengan interpretasi sendiri.
Interpreter = Penerjemah?
Perlu diketahui bahwa interpreter dan penerjemah layaknya saudara — berbeda tapi mempunyai kesamaan. Sederhananya, penerjemah berurusan dengan bahasa yang tertulis konteksnya seperti dalam teks atau artikel dan lainnya, sementara interpreter menerjemahkan bahasa secara lisan dengan cepat atau dalam konteks percakapan waktu nyata (saat itu juga), umumnya dibutuhkan ketika ada dialog yang terjadi antar dua bahasa yang berbeda.
Peran dan Tanggung Jawab Interpreter
Dilansir dari laman Quipper, interpreter memiliki tugas, peran, dan tanggung jawab sebagai berikut:
- Menerjemahkan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran secara langsung atau lisan.
- Menyampaikan apa yang telah disampaikan pembicara ke dalam bahasa sasaran tanpa menambah ataupun mengurangi maksud pembicara secara langsung. Harus bersifat netral.
- Mencatat dan mencari tahu tema pembicaraan hingga profil peserta.
Apa Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Interpreter?
Seorang interpreter dituntut untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan khusus yang disesuaikan dengan jenis situasi yang tepat yang akan kalian hadapi. Yang paling utama adalah keterampilan mendengarkan yang kuat. Mengapa? Mereka harus mampu menafsirkan apa yang mereka dengar dengan benar (dan dalam kasus bahasa isyarat, mereka harus dapat membuat gerakan yang terkoordinasi). Ditafsir dari Language Scientific, interpreter (jurubahasa) harus memiliki keterampilan sebagai berikut:
- Pengetahuan menyeluruh tentang subjek umum yang akan ditafsirkan
- Familiar dengan kedua budaya
- Kosakata yang luas dalam kedua bahasa
- Kemampuan untuk mengekspresikan pikiran dengan jelas dan ringkas dalam kedua bahasa
- Teknik note-taking yang sangat baik untuk interpretasi berturut-turut
Bagaimana Caranya Menjadi Interpreter?
Di Indonesia, Sekretariat Kabinet RI sebagai pembina Pejabat Fungsional Penerjemah (PFP) Indonesia menyelenggarakan Bimtek Pelatihan Penerjemahan Lisan dalam rangka peningkatan kompetensi dan pengembangan karir PFP di Indonesia. Pelatihan penerjemahan lisan ini akan dilanjutkan secara rutin pada tiap tahunnya mengingat kebutuhan akan jurubahasa (interpreter) resmi pemerintah berperan sangat strategis dalam mengawal tugas-tugas kenegaraan.
Tak hanya pelatihan formal pun, kalian harus memiliki kemampuan dan kemahiran dalam dua bahasa atau lebih mengingat profesi ini sangat berkaitan dengan kebahasaan atau bahasa asing. Kalian yang tertarik menjadi interpreter sudah termasuk dalam kualifikasi-kualifikasi diatas belum? Sudah oke semua tapi ingin meningkatkan skill kebahasaan kalian khususnya bahasa asing? Gak usah bingung lagi, daftarkan diri kalian di kursus bahasa asing Linguo! Tersedia 55+ bahasa di dunia dan bisa belajar selama 2 bulan hanya dengan Rp150.000, langsung cek info Linguo selengkapnya sekarang!
Rujukan:
https://www.babbel.com/en/magazine/how-to-become-an-interpreter
https://campus.quipper.com/careers/penerjemah-lisan-interpreter
https://www.languagescientific.com/the-difference-between-translation-and-interpreting/




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!