Belajar bahasa Georgia lewat film? Emang ada film berbahasa Georgia? Eitt… jangan salah ya Lingfriends. Industri perfilman Georgia juga layak diperhitungkan di dunia perfilman dunia, lho. Walaupun tidak seterkenal industri-industri perfilman hollywood, bollywood, atau perfilman Korea, film Georgia juga pernah masuk nominasi di ajang Piala Oscar, habat kan.
Belajar bahasa Georgia lewat film tentu banyak manfaatnya, selain kita dapat terhibur dengan isi film tersebut, kita juga dapat menambah kosakata baru ketika menonton film. Selain itu, kita juga dapat mendengar langsung penutur bahasa Georgia berbicara sehingga kita tau bagaimana aksen dan cara pengucapannya.
Agar Lingfriends tidak kebingungan mencari-cari film berbahasa Georgia, kali ini Minling bakal merekomendasikan 5 film ini buat ditonton. Yang pastinya gak bakal membuat Lingfriends kecewa dengan jalan ceritanya.
A Chef in Love (შეყვარებული კულინარის 1001 რეცეპტი) (1996)
Kualitas film ini tidak usah diragukan lagi, film yang disutradarai oleh Nana Djordja Zhe ini telah masuk nominasi Best Foreign Language Film di ajang piala Oscar tahun 1997. Film ini menampilkan kehidupan di Georgia abad ke-20 yang mengisahkan tentang Pascal Ichak, seorang pengelana, bon vivant, dan koki Perancis yang jatuh cinta pada Georgia dan seorang putri Georgia pada awal 1920-an. Semuanya baik-baik saja sampai kedatangan Tentara Merah Kaukasus, ketika revolusi Soviet yang melanda Rusia datang ke Georgia. Diceritakan sebagai kilas balik dari masa sekarang, sebagai seorang pria Prancis-Georgia yang ibunya adalah kekasih Pascal menerjemahkan memoarnya untuk keponakan Pascal.
The Other Bank (გაღმა ნაპირი) (2009)
Film yang disutradarai oleh Giorgi Ovashvili ini mengisahkan tentang seorang bocah laki-laki kelahiran Abkhazia yang mengungsi ke Tbilisi bersama ibunya untuk menghindari konflik dan genosida. Film ini berlatarkan awal 1990-an saat terjadi perang sipil antara pemberontak di wilayah Abkhazia dengan pemerintah Georgia. Film ini memenangkan penghargaan di Dhaka International Film Festival dan menjadi perwakilan Georgia di ajang Piala Oscar tahun 2010, walaupun tidak berhasil masuk nominasi Best Foreign Language Film.
In Bloom (გრძელი ნათელი დღეები) (2013)
Tahun 90-an banyak menjadi inspirasi sutradara-sutradara Georgia, banyak film-film bagus dari Georgia yang mengangkat tema era 90-an. Termasuk In Bloom ini. In Bloom merupakan film garapan Nana Ekvtimishvili yang berlatar waktu pasca perang antara kelompok separatis di Abkhazia yang didukung Rusia dan pemerintah Georgia di tahun 90an. Film ini memakai sudut pandang dari dua gadis remaja bernama Eka dan Natia. Mereka merupakan dua gadis yang memiliki kelas ekonomi dan kepribadian yang berbeda, tetapi berusaha saling membantu. Film ini banyak menampilkan realitas kehidupan perempuan di tengah dominasi laki-laki dan peperangan brutal yang menyisakan trauma di keluarga serta isu psikologis di masyarakatnya.
Corn Island (iსიმინდის კუნძული) (2014)
Film yang berdurasi 1 jam 40 menit ini menceritakan tentang seorang lelaki tua, dibantu oleh cucu remajanya yang yatim piatu, menguasai pulau itu, membangun gubuk sederhana, dan menanam jagung. Mereka adalah etnis Abkhaz dan bertukar anggukan dengan tentara Georgia yang lewat. Orang tua itu melindungi seorang prajurit yang terluka yang berlindung di pulau itu dan melindunginya dari pengejarnya untuk sementara waktu. Pada akhir musim panas, banjir menghancurkan pulau itu.
Film yang disutradarai oleh Giorgi Ovashvili ini masuk ke dalam shortlist dalam kategori Best Foreign Language Film di Academy Awards tahun 2015. Walaupun belum berhasil masuk nominasi, tetapi itu merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Walaupun belum berhasil masuk nominasi Piala Oscar, film ini memenangkan penghargaan Crystal Globe di Festival Film Internasional Karlovy Vary.
What Do We See When We Look at the Sky? (რას ვხედავთ როდესაც ცას ვუყურებთ?) (2021)
Film yang berlatar di Kutasi, sebuah kota kecil di Georgia ini menceritakan tentang kisah Lisa dan Giorgi, seorang apoteker dan pemain sepak bola yang tak sengaja bertemu dua kali di hari yang sama. Setelah itu, besoknya mereka membuat janji untuk bertemu lagi di sebuah kafe. Akan Tetapi, Keesokan paginya mereka terbangun tapi dengan wajah yang berbeda.
Itulah beberapa film berbahasa georgia rekomendasi dari Minling.
Ngomong-ngomong soal belajar bahasa Georgia, Minling punya rekomendasi juga nih kursus bahasa Georgia buat kamu yang pastinya tak usah diragukan lagi kualitasnya. Selain bahasa Georgia, ada 55+ bahasa asing dan daerah yang bisa kamu pilih. Apalagi kalo bukan di Linguo, hanya Rp150.000 bisa belajar bahasa daerah dan bahasa asing lainnya selama 2 bulan. Ayo buruan daftar!




Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama!