Halo Lingfriends!

Pernahkah kalian penasaran kenapa logat Bali terdengar begitu khas dan memikat? Atau mengapa orang Bali memiliki cara bicara yang berbeda-beda tergantung lawan bicaranya? Kali ini Minling akan membahas keunikan bahasa Bali, mulai dari akar sejarah hingga perkembangannya sampai sekarang. Ternyata perjalanan bahasa Bali sangat menarik untuk dipelajari.

Dua Era Besar Bahasa Bali

Dilihat dari sudut pandang kesejarahan, bahasa Bali terbagi menjadi dua periode penting, yaitu Bahasa Bali Kuno dan Bahasa Bali Modern.

Bahasa Bali Kuno: Jejak Prasasti dan Pengaruh Majapahit

Bukti pertama keberadaan bahasa Bali dapat ditemukan pada Prasasti Saka tahun 882 Masehi. Pada masa itu, perkembangan bahasa Bali mendapat pengaruh besar dari Kerajaan Majapahit yang pernah menguasai Bali. Bahasa Bali kuno merupakan perpaduan antara kosakata asli Bali dengan bahasa Jawa Tengahan. Selain itu, pengaruh bahasa Sansekerta dari tradisi Hindu juga sangat kuat sehingga menjadikan bahasa Bali kuno kaya akan nilai budaya dan spiritual.

Menariknya, masyarakat Bali Aga yang tinggal di daerah pegunungan mengembangkan dialek tersendiri yang dikenal sebagai Dialek Aga. Hingga kini, dialek tersebut masih digunakan oleh kelompok masyarakat Bali Aga yang menganggap diri mereka sebagai suku Bali asli. Bahasa Bali kuno banyak dipengaruhi bahasa Sansekerta, belum mengenal tingkatan bahasa, lebih sering digunakan dalam peraturan dan karya sastra, serta digunakan dalam berbagai seni pertunjukan seperti topeng, wayang, prembon, kidung, kalpa sastra, dan tatwa.

Bahasa Bali Modern: Terus Berkembang dan Bertahan

Bahasa Bali modern dikenal juga sebagai Bahasa Bali Kepara. Kata “kepara” sendiri berarti umum atau lumrah. Bahasa ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan. Perkembangan Bahasa Bali Modern dipengaruhi oleh kehidupan agama, budaya, adat-istiadat, hingga perubahan zaman mulai dari masa kerajaan, penjajahan, kemerdekaan, hingga era modern saat ini.

Pada masa penjajahan Belanda, bahasa Bali sempat digunakan dalam pendidikan formal. Namun saat penjajahan Jepang, bahasa Bali mengalami kemunduran karena dihapus dari sistem pendidikan dan banyak buku berbahasa Bali dibakar. Setelah Indonesia merdeka, tepatnya sekitar tahun 1968, bahasa Bali kembali dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah di Bali. Hal inilah yang membuat bahasa Bali tetap lestari hingga sekarang.

Ciri khas Bahasa Bali Modern antara lain kosakatanya lebih umum dan praktis, dipengaruhi oleh bahasa Sansekerta, Arab, Melayu, dan Indonesia, memiliki tingkatan bahasa, serta ditulis menggunakan aksara Bali maupun huruf Latin.

Tingkatan Bahasa Bali yang Unik

Salah satu hal yang membuat bahasa Bali menarik adalah adanya tingkatan bahasa yang digunakan sesuai situasi dan lawan bicara. 

- Bahasa Bali Halus digunakan saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau baru dikenal sebagai bentuk penghormatan. 

- Bahasa Bali Tingkat Menengah digunakan dalam situasi semi formal atau percakapan umum.

- Bahasa Bali Kasar atau gaul digunakan ketika berbicara dengan teman dekat atau orang sebaya agar terasa lebih santai dan akrab.

Karena itu, penggunaan tingkatan bahasa dalam bahasa Bali sangat penting agar komunikasi tetap sopan dan nyaman.

Siap Belajar Bahasa Bali?

Bagi Lingfriends yang tertarik mempelajari bahasa Bali, kalian bisa mulai dari mengenal kosakata dasar dan berlatih dialog sederhana sesuai tingkatan bahasanya. Untuk Lingfriends yang ingin mendalami bahasa Bali dan budaya Bali lebih jauh, jangan lupa untuk terus mengikuti konten terbaru di sosial media dan website Linguo.id. Minling akan terus menemani perjalanan belajar bahasa kalian.


Sumber:

booking-bali-villas.com/bali/sejarah-bahasa-bali/

rep.alphabetincubator.id/sejarah-bahasa-bali/