Bahasa Swahili atau juga dikenal sebagai Kiswahili merupakan dialek bahasa Bantu yang ditemukan sebagai bahasa Ibu di daerah pesisiran pantai Afrika Timur. Bahasa tersebut digunakan meliputi sepanjang Pulau Lamu, Kenya, Samudra Hindia dari Somalia selatan hingga ke selatan bagian perbatasan Mozambik dengan Tanzania. Bahasa Swahili berasal dari bagian subkelompok Sabaki dari bahasa Bantu di Pantai Timur Laut.

Masyarakat Afrika Timur yang menggunakan bahasa Swahili sebagai bahasa Ibu mereka biasanya disebut sebagai Waswahili, namun nama ini mengacu pada bahasa mereka tidak menunjukkan suku atau etnis mereka. Oleh sebab itu, hanya 5–10 juta orang yang menggunakan bahasa Swahili sebagai bahasa ibu.

Asal usul Bahasa Swahili

Secara sejarah, Kiswahili atau Swahili memiliki ciri khas seperti bahasa Bantu tetapi banyak penyebutan kosakata yang mirip dengan bahasa Arab. Bukti Kiswahili sebagai bahasa Bantu sudah ada sejak abad ke-2 M dalam sebuah dokumen berjudul Periplus of Erythrean Sea ditulis oleh seorang pengembara yunani yang merinci ekspansi awal ke daratan pesisir Afrika Timur.

Pada abad ke-7 dan ke-8 kota-kota perdagangan di pesisir Somali, Kenya, dan Tanzania diubah oleh imigrasi pedagang Arab menjadi pusat-pusat budaya Arab yang kuat terutama karena masuknya Islam. Kuatnya pengaruh budaya Arab berdampak pada perubahan sosial yang mengakar di pesisir pantai Afrika Timur. Perubahan sosial tersebut menjadikan cara hidup mereka yang baru, cara berpakaian, perilaku, adat istiadat, arsitektur, serta penulisan dan lisan menggunakan bahasa Arab.

Ketika Portugis tiba di Pantai Afrika Timur pada tahun 1498, Portugis melihat budaya itu sudah lama matang dan memiliki bahasa Swahili yang sempurna. Bahasa ini bukan merupakan produk Arab yang di-Afrika-kan tetapi produk Afrika yang di-Arabkan, mengacu pada sebagian besar elemennya dari Afrika yang berbahasa Bantu tetapi dengan pengaruh Arab yang kuat akibat dari pengaruh perdagangan. Dari indikator tersebut bisa dikatakan bahwa bahasa Swahili merupakan bagian bahasa lingua franca.

Bahasa Swahili dan Bahasa Arab

Bahasa Swahili sangat dipengaruhi oleh budaya Arab, ada berbagai sejumlah besar kosakata yang diserap dari bahasa Arab ke dalam bahasa tersebut. Salah satunya termasuk kata swahili, dari bahasa Arab sawāḥil (bentuk kata sifat jamak dari kata Arab yang berarti “pantai”). Oleh sebab itu, pengaruh kuatnya budaya Arab terhadap bahasa Swahili, dapat dicirikan sebagai lingua franca (bahasa umum yang diadopsi antara dua non penutur asli) kemudian dituturkan di Afrika Timur dan Tengah di negara-negara seperti Kenya, Tanzania. Ada beberapa kosakata yang mirip, antara bahasa Swahili dengan bahasa Arab sebagai berikut:

  1. Salam aleikum سلام عليكم (salaam a’leikum)
  2. karibu قريب (qareeb)
  3. salama سلام (salaam)
  4. tafadhali إتفضل (itfaDDal)
  5. Kitabu كتاب (kitāb)
  6. Kamusi قاموس (qamus)

Banyaknya kosakata bahasa Arab yang diadopsikan oleh Swahili disebabkan pengaruh pedagang Arab yang telah lama ditinggal di pesisir Afrika Timur. Oleh sebab itu, Swahili telah berkembang menjadi bahasa Afrika yang paling diakui secara internasional. Hingga saat ini, bahasa Swahili dijadikan sebagai bahasa kerja resmi di Uni Afrika.

Inilah sejarah menarik dari bahasa Swahili, dari referensi ini kalian bisa jadikan informasi bagi kalian yang ingin menjadi seorang polyglot bahasa. Jika kalian tertarik dengan bahasa Swahili, kalian bisa gabung kelas bahasa Swahili di Linguo. Ayo mari mendaftar sebelum kehabisan kuotanya!


Rujukan

Adamson, Shannyce. 2021. A BRIEF HISTORY OF KISWAHILI. URL: https://shadesofnoir.org.uk/a-brief-history-of-kiswahili/. Diakses tanggal 28 September 2022.

Coleman, E. Beverly. 1971. A HISTORY OF SWAHILI. 2(6):13–25. https://www.jstor.org/stable/41163481

Hooshmand, Dane. 2021. Common Arabic Words in Swahili — A Complete Beginner’s List. URL: https://discoverdiscomfort.com/common-arabic-words-in-swahili/. Diakses tanggal 28 September 2022.