Bahasa Inggris menjadi bahasa utama dalam bisnis dan edukasi di negara Singapura. Negara dengan penduduk berjumlah kurang dari 6 juta jiwa ini memiliki 3 etnis besar yang mempengaruhi kebahasaan disana. Ketiga etnis ini yaitu Tionghoa, Melayu, dan India. Dari perbedaan etnis ini menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional di Singapura.

Namun, bahasa Inggris yang digunakan mendapatkan pengaruh besar dari bahasa asli ketiga etnis besar di sana. Seperti struktur kalimatnya yang mirip dengan bahasa Mandarin atau beberapa kosakata bahasa Melayu yang dijadikan kosakata resmi dalam bahasa Inggris Singapura atau yang biasa disebut Singlish. Yuk, kenali Singlish lewat beberapa frasa berikut ini.

Now What Time, Ah?

Secara langsung kalimat tersebut jika diterjemahkan kedalam bahasa Inggris berarti ‘Saat ini jam berapa, ya?’. Alih-alih menggunakan kalimat lengkap seperti ‘What time is it right now?’ Singlish menyederhanakan kalimat tersebut mengikuti kebiasaan masyarakat lokal. Penggunaan frasa ini ini dipengaruhi oleh struktur kalimat dalam bahasa Mandarin yang jika diterjemahkan langsung yaitu ‘Xiànzài jǐ diǎn’.

Can or Not?

Frasa ini digunakan jika ingin menanyakan kesanggupan melakukan sesuatu. Secara langsung kalimat tersebut dapat diartikan ‘Bisa atau tidak?’. Penggunaan kalimat ini terkesan kasar dan tidak sopan untuk sebagian orang, namun faktanya frasa ini hanya penyederhanaan karena masyarakat Singapura memang suka menyederhanakan kalimat sehingga kalimat terasa to the point.

Toilet, where?

Dalam Singlish, penyederhanaan kalimat merupakan kunci utama. Alih-alih menanyakan dengan kalimat lengkap, ‘Where is the toilet?’, masyarakat Singapura lebih senang menggunakan kalimat yang lebih direct dan tidak bertele-tele. Adanya perbedaan bahasa yang signifikan dari ketiga etnis yang berbeda di Singapura menjadikan kalimatnya lebih sederhana agar lebih mudah dimengerti.

Eh, cheaper, lah!

Kalimat ini digunakan alih-alih menggunakan kalimat lengkapnya, yaitu ‘Can you give me a discount?’. Serta penggunaan partikel ‘Lah!’ yang tidak memiliki arti, sangat umum dalam Singlish. Menurut masyarakat Singapura, penggunaan ‘Lah!’ akan menambah kesan bersahabat daripada tidak menggunakannya.

Wah lau eh

Frasa di atas sama seperti ‘Lah!’, tidak memiliki arti. Secara umum frasa ini digunakan sebagai ungkapan untuk menggambarkan situasi mengejutkan yang biasanya akan hal-hal buruk. Sehingga frasa ini seringkali dikombinasikan dengan kalimat utama, seperti ‘Weh lau eh, why so hot today?’.

So, frasa-frasa di atas telah menunjukkan bagaimana bahasa Inggris digunakan di negara Singapura. Meskipun penggunaan bahasa Inggris disana masih terpengaruh oleh aksennya, masyarakat Singapura tidak malu menunjukkannya dan justru bangga dengan aksen dan keunikannya tersebut yang membuat Singlish dikenal diseluruh dunia. Maka dari itu, meskipun Lingfriends memiliki aksen/logat dalam bahasa daerah masing-masing, tidak perlu malu untuk unjuk gigi dalam berbahasa Inggris.


Rujukan:

https://youtu.be/pb4XSy-d2Ck

https://theculturetrip.com/asia/singapore/articles/21-essential-phrases-youll-need-in-singapore/