Pernah mencicipi camilan yang renyah di luar tetapi lembut dan manis di dalam? Stroopwafel adalah salah satu camilan khas Belanda yang terkenal dengan perpaduan tekstur dan rasa yang unik. Kue ini terdiri dari dua lapisan wafel tipis dengan isian sirup karamel di tengahnya, menciptakan cita rasa manis yang khas dan membuat banyak orang ketagihan.

Apa Itu Stroopwafel?

Stroopwafel berasal dari Belanda dan secara harfiah berarti “wafel sirup”. Camilan ini dibuat dari dua lembar wafel tipis yang direkatkan menggunakan sirup karamel manis dengan aroma kayu manis yang hangat. Makanan khas ini berasal dari kota Gouda di Holland Selatan, kota yang juga terkenal dengan keju Gouda. Teksturnya yang renyah dipadukan dengan rasa karamel yang lembut menjadikan stroopwafel sebagai salah satu camilan favorit, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

Kayu manis yang digunakan dalam stroopwafel berasal dari kulit bagian dalam pohon Cinnamomum. Rempah ini memberikan aroma khas yang membuat rasa stroopwafel semakin nikmat.

Sejarah Stroopwafel

Stroopwafel memiliki sejarah yang cukup menarik. Camilan ini dipercaya mulai dibuat antara tahun 1810 hingga 1840 oleh seorang pembuat roti bernama Gerard Kamphuisen di kota Gouda. Awalnya, stroopwafel dibuat sebagai cara untuk memanfaatkan sisa remah roti agar tidak terbuang. Remah-remah tersebut kemudian diolah menjadi adonan wafel dan dipadukan dengan sirup manis. Dari kreasi sederhana inilah stroopwafel berkembang hingga menjadi salah satu ikon kuliner Belanda yang dikenal di berbagai negara.

Sejak abad ke-18, stroopwafel telah menjadi camilan populer di Belanda, terutama saat musim dingin. Biasanya, makanan ini dinikmati bersama teh, kopi, atau cokelat panas.

Tempat Menemukan Stroopwafel di Belanda

Jika berkunjung ke Belanda, khususnya Amsterdam, stroopwafel sangat mudah ditemukan.

Kedai dan Pasar Tradisional

Beberapa tempat populer untuk membeli stroopwafel segar antara lain:

- Amsterdam Centraal Station

- Albert Cuypmarkt

Di tempat-tempat tersebut, stroopwafel biasanya disajikan dalam ukuran besar dan dibuat langsung di tempat. Beberapa penjual juga menyediakan tambahan topping seperti saus karamel atau cokelat.

Supermarket

Selain versi segar, stroopwafel juga tersedia di supermarket dalam kemasan praktis. Ukurannya cenderung lebih kecil dan cocok dijadikan oleh-oleh khas Belanda.

Proses Pembuatan Stroopwafel

Stroopwafel umumnya berbentuk bulat dengan diameter sekitar 10–15 cm. Bahan utamanya meliputi:

- Tepung terigu

- Mentega

- Telur

- Gula

- Kayu manis

Adonan dipanggang menggunakan cetakan khusus hingga membentuk pola kotak-kotak seperti waffle. Setelah matang, wafel dipotong tipis menjadi dua bagian dan diisi dengan lelehan karamel bercampur kayu manis. Saat ini, stroopwafel hadir dalam berbagai variasi rasa. Namun, versi original dengan aroma kayu manis tetap menjadi favorit banyak orang.

Stroopwafel sebagai Oleh-Oleh Khas Belanda

Selain terkenal karena rasanya yang lezat, stroopwafel juga menjadi salah satu oleh-oleh khas Belanda yang paling populer. Kemasannya praktis dan tahan lama, sehingga cocok dibawa pulang sebagai buah tangan. Tidak hanya menawarkan rasa yang unik, stroopwafel juga memiliki nilai sejarah yang menarik sebagai bagian dari budaya kuliner Belanda.

Tertarik mengenal budaya Belanda lebih dalam? Kamu juga bisa mulai belajar bahasa Belanda bersama Linguo dan memperluas wawasan tentang budaya serta kehidupan di Belanda. Cek info lengkapnya di website linguo.id sekarang!


Referensi

Hasanah, N. (2015), “Oleh-Oleh Khas Belanda: Stroopwafel”

Sathilla, D. (2018), “Stroopwafel, Makanan Sekaligus Oleh-Oleh Khas Belanda”