200 Juta Penutur di 6 Negara
Bahasa resmi Tanzania, Kenya, Uganda, dan Rwanda, serta dipakai luas di Burundi dan timur Kongo. Juga bahasa resmi Uni Afrika — satu bahasa membuka seluruh kawasan Afrika Timur.
Bahasa Afrika dengan penutur terbanyak — dan salah satu yang paling ramah buat orang Indonesia.
Kursus Bahasa Swahili online dengan kurikulum CEFR A1–B2. Tanpa nada, aksara Latin, pelafalan nyaris sama dengan bahasa Indonesia — untuk kerja di Afrika Timur, misi kemanusiaan, dan perjalanan.
Kenapa Bahasa Swahili?
Bahasa resmi Tanzania, Kenya, Uganda, dan Rwanda, serta dipakai luas di Burundi dan timur Kongo. Juga bahasa resmi Uni Afrika — satu bahasa membuka seluruh kawasan Afrika Timur.
Perusahaan konstruksi, energi, dan perdagangan Indonesia terus menambah kehadiran di Afrika Timur. Tenaga kerja Indonesia yang bisa Swahili masih sangat sedikit — pembeda yang langsung terasa di CV.
Tanpa nada, tanpa aksara baru, dan vokal a-i-u-e-o dibaca persis seperti bahasa Indonesia. Salah satu bahasa asing yang tahap awalnya paling cepat dilalui penutur Indonesia.
Untuk Siapa
Koordinasi tim lokal di proyek konstruksi, energi, dan perdagangan.
Bahasa lapangan untuk program di Kenya, Tanzania, dan sekitarnya.
Kilimanjaro, safari Serengeti, dan Zanzibar tanpa perantara.
Wawancara lapangan dan literatur kawasan Afrika Timur.
Kurikulum CEFR
Kurikulum Linguo mengikuti standar internasional CEFR (Common European Framework of Reference). Setiap level dipecah jadi sublevel intensif berisi 16 sesi — total 304 sesi untuk perjalanan lengkap belajar Bahasa Swahili.
48 sesi
Mulai dari nol. Pelafalan cepat dikuasai karena mirip bahasa Indonesia, fokus langsung ke sistem kelas kata benda.
64 sesi
Percakapan sehari-hari mandiri dan penguasaan kelas ngeli yang lebih luas.
80 sesi
Level fungsional untuk kerja lapangan: rapat, koordinasi, dan memahami media.
112 sesi
Mahir — media penuh, dokumen resmi, dan nuansa budaya.
Sebelum kamu mulai
Bahasa Swahili adalah bahasa Afrika dengan penutur terbanyak, dipakai lebih dari 200 juta orang di Tanzania, Kenya, Uganda, Rwanda, Burundi, dan sebagian Republik Demokratik Kongo. Statusnya bahasa resmi Uni Afrika dan Komunitas Afrika Timur, dan menjadi bahasa penghubung antar suku yang bahasa ibunya berbeda-beda.
Untuk orang Indonesia, alasan yang paling sering muncul adalah kerja dan misi kemanusiaan. Afrika Timur adalah wilayah dengan kehadiran perusahaan konstruksi, energi, dan perdagangan Indonesia yang terus bertambah, dan banyak lembaga kemanusiaan Indonesia menjalankan program di Somalia, Kenya, dan Tanzania. Di lapangan, bahasa Inggris hanya menjangkau sebagian orang; Swahili menjangkau hampir semuanya.
Alasan lain yang lebih ringan tapi nyata: safari dan pendakian Kilimanjaro. Pemandu, porter, dan penduduk desa di jalur pendakian berbicara Swahili sehari-hari. Bahkan kemampuan setingkat A1 mengubah hubungan dengan tim pendakian dari sekadar transaksi menjadi percakapan.
Tingkat kesulitan Bahasa Swahili bagi penutur bahasa Indonesia: Relatif mudah — pelafalan nyaris seperti bahasa Indonesia. Penilaian di bawah dibuat dari sudut pandang penutur Indonesia, bukan penutur Inggris — beberapa hal yang dianggap sulit di sumber berbahasa Inggris justru tidak jadi masalah, dan sebaliknya.
Asumsi: 2 sesi privat 60 menit per minggu bersama pengajar, ditambah 3 jam latihan mandiri per minggu, mulai dari nol.
Membaca teks Swahili dengan pelafalan benar dan bertukar sapaan sesuai waktu dan tingkat kesopanan.
Memperkenalkan diri, menawar harga di pasar, menyebut angka, waktu, dan arah, memesan makanan.
Bercerita tentang kejadian lampau, mengurus keperluan sehari-hari, dan berkoordinasi dengan tim lokal di lapangan.
Mengikuti rapat kerja, memahami siaran radio, dan menjelaskan hal teknis dengan penjelasan tambahan seperlunya.
Kurikulum Bahasa Swahili di Linguo mengikuti kerangka CEFR dari A1 sampai B2. Tabel di bawah meringkas fokus tiap level dan kemampuan yang dituju di akhirnya.
| Level | Fokus materi | Di akhir level kamu bisa |
|---|---|---|
| A1 | Pelafalan, salam bertingkat, kelas ngeli M-/WA- dan KI-/VI-, angka, kata kerja kala kini | Percakapan perkenalan, transaksi pasar, menyebut waktu |
| A2 | Kelas ngeli lanjutan, kala lampau dan depan, kepemilikan, arah dan lokasi | Bercerita kejadian lampau, mengurus keperluan harian |
| B1 | Bentuk pasif dan kausatif, kalimat bersyarat, ragam formal, kosakata kerja | Rapat kerja, memahami berita, menulis surat resmi |
| B2 | Peribahasa (methali), ragam sastra, perbedaan ragam Kenya–Tanzania, register akademik | Berargumen lancar, membaca teks panjang, memahami humor dan idiom |
Pilihan Kelas
Dua jenis kelas Bahasa Swahili dengan harga transparan, sama persis dengan pricelist resmi — tanpa kontrak panjang, tanpa biaya tersembunyi.
1 siswa • 60 menit
Harga level A1 — level lanjut menyesuaikan pricelist.
2–10 siswa • 60 menit
Simulasi per siswa / sesi
Harga grup 2 siswa, level A1. Pilih jumlah siswa saat mendaftar.
Belum yakin level kamu di mana? Ambil tes penempatan gratis →
Pengajar
Setiap pengajar Bahasa Swahili di Linguo wajib lulus seleksi 3 tahap: tes proficiency, demo teaching, dan probation 1 bulan. Mayoritas memiliki sertifikat formal seperti TESOL, TEFL, CELTA, atau sertifikasi pengajaran negara asal bahasanya.
Untuk level pemula, pengajar Indonesia yang fasih digunakan supaya konsep tata bahasa bisa dijelaskan dengan Bahasa Indonesia. Untuk level menengah ke atas, opsi pengajar native speaker tersedia untuk imersi pelafalan dan budaya.
Pertanyaan Umum
Khusus Bahasa Swahili
Bahasa Swahili termasuk salah satu bahasa yang paling ramah bagi penutur Indonesia. Aksaranya Latin, tidak ada nada, dan pelafalan vokalnya nyaris sama dengan bahasa Indonesia. Bagian yang benar-benar menantang hanya satu: sistem kelas kata benda dengan 18 kelas, yang menentukan bentuk kata sifat dan kata kerja di sekitarnya.
Dengan 2 sesi privat per minggu ditambah 3 jam latihan mandiri, level A1 umumnya tercapai dalam 3–4 bulan dan A2 dalam 7–10 bulan. Ini lebih cepat daripada kebanyakan bahasa lain karena tidak ada aksara baru dan tidak ada nada yang perlu dikuasai lebih dulu.
Bahasa Swahili menjadi bahasa resmi di Tanzania, Kenya, Uganda, dan Rwanda, serta dipakai luas di Burundi dan bagian timur Republik Demokratik Kongo. Statusnya juga bahasa resmi Uni Afrika. Total penuturnya melebihi 200 juta orang, sebagian besar sebagai bahasa kedua.
Ngeli adalah sistem kelas kata benda, ciri khas bahasa-bahasa Bantu. Setiap kata benda masuk salah satu dari 18 kelas, dan kelas itu menentukan awalan yang harus dipakai kata sifat, kata kerja, dan kata tunjuk yang menyertainya. Fungsinya mirip gender dalam bahasa Eropa, hanya saja kelasnya jauh lebih banyak dan lebih tertebak dari bentuk katanya.
Tata bahasanya sama dan saling dipahami sepenuhnya. Perbedaannya ada di kosakata sehari-hari dan aksen. Swahili Tanzania, khususnya ragam Zanzibar, dianggap paling baku dan itu yang menjadi acuan pengajaran, sementara ragam Kenya menyerap lebih banyak kata Inggris dalam percakapan santai.
Daftar langsung dan pilih program yang pas — atau ambil tes penempatan gratis dulu untuk tahu level kamu di mana. Butuh konsultasi? Tim kami siap di WhatsApp.
Mau tanya-tanya dulu? Chat WhatsApp tim Linguo →