Silabus

Bahasa Bugis

Ugi

Basa Ugi (Bahasa Bugis) dituturkan oleh lebih dari 5 juta penutur di Sulawesi Selatan dan diaspora Bugis-Makassar di Kalimantan, Papua, Sumatera, hingga Singapura dan Malaysia. Kurikulum Linguo memperkenalkan Basa Ugi dialek standar (Bone-Wajo) sebagai jalur kanonis, dengan jembatan ke dialek Soppeng, Sidrap, dan Pinrang. Tiga warisan yang menjadikan Basa Ugi unik secara antropologis: (1) **Aksara Lontara** — sistem tulisan Brahmi-derived khas Sulawesi yang masih hidup di manuskrip dan inskripsi adat; (2) **I La Galigo** — epik sastra terpanjang di dunia (lebih dari 6,000 halaman, melampaui Mahabharata), kosmologi sakral Bugis yang sudah masuk UNESCO Memory of the World 2011; dan (3) **sistem 5 gender sosial** — oroané (cis laki-laki), makkunrai (cis perempuan), calabai (lahir laki-laki dengan identitas feminin), calalai (lahir perempuan dengan identitas maskulin), dan bissu (pendeta transenden, peran sakral pra-Islam). Sistem ini bukan kontroversi Barat modern — ia kosmologi adat berusia berabad-abad. Selain itu, tradisi maritim Bugis lahir dari **Pinisi** (perahu layar yang masuk UNESCO ICH 2017) dan budaya pelayaran samudera. Kurikulum ini cocok untuk diaspora Bugis-Makassar di Kalimantan/Papua/Malaysia, peneliti antropologi gender & maritim, dan sailors atau profesional shipping yang bekerja di lingkungan Bugis.

Struktur lengkapA1–B2 (304 sesi)

Standar internasionalKurikulum berbasis CEFR

Mulai dari levelmuPemula hingga menengah atas

Belajar fleksibelPilihan program sesuai kebutuhan

Pemula A1

Lo membangun fondasi pelafalan, sapaan harian, kosakata identitas Bugis, dan pengenalan sistem 5 gender sosial sebagai cermin keragaman budaya — diajarkan dengan respek antropologis, tanpa eksotifikasi. Target: bisa memperkenalkan diri, bernavigasi sapaan harian, dan memahami peta sosial Bugis dasar.

Chapter 1

Tabe' — Salam Bugis, Pelafalan, & Aksara Latin

16 sesi · A1.1 · Pilih kartu untuk lihat topik sesi