Silabus
Bahasa Madura
Bhâsa Madhurâ
Bhâsa Madhurâ (Bahasa Madura) dituturkan oleh lebih dari 13 juta penutur di Pulau Madura, Tapal Kuda Jawa Timur (Probolinggo, Pasuruan, Banyuwangi utara), dan diaspora Madura yang tersebar luas di Jakarta, Surabaya, hingga Kalimantan. Kurikulum Linguo memfokuskan dialek Pamekasan-Sumenep sebagai jalur kanonis, dengan jembatan ke dialek Bangkalan dan Sampang. Ciri paling khas Bhâsa Madhurâ — dan inilah yang membuatnya unik di antara seluruh bahasa Nusantara — adalah **sistem 7 tingkat tutur (speech politeness)**, jauh lebih rinci daripada Sor-Singgih Bali (3 tingkat) atau Krama Inggil Jawa (3 tingkat). Sistem ini bukan ornamen — ia adalah cermin tata sosial Madura yang menempatkan harga diri (kearagân), kesopanan terhadap tetua dan kiai, dan etika adat sebagai poros kehidupan. Penutur asli secara sadar memilih tingkat sesuai konteks: dari Enja-Iya (paling akrab, ke sebaya intim) sampai Bhâsa Adat Ritual (untuk konteks upacara). Selain itu, Madura punya warisan kultural unik: tradisi Karapan Sapi (lomba balap sapi internasional), kuliner Sate Madura (origin global), Pesantren heritage (sentral pendidikan Islam Nusantara), dan tradisi Carok (sistem penyelesaian konflik adat, diajarkan dengan frame historis-etika bukan glorifikasi). Kurikulum ini cocok untuk diaspora Madura di Jakarta-Surabaya yang ingin reconnect, peneliti antropologi & sosiolinguistik, dan profesional yang berbisnis dengan komunitas Madura.

Struktur lengkapA1–B2 (304 sesi)
Standar internasionalKurikulum berbasis CEFR
Mulai dari levelmuPemula hingga menengah atas
Belajar fleksibelPilihan program sesuai kebutuhan
Pemula A1
Lo membangun fondasi pelafalan, sapaan harian, kosakata identitas Madura, dan pengenalan sistem 7 tingkat tutur sebagai peta sosial. Target: bisa memperkenalkan diri, bernavigasi sapaan harian dalam tingkat Engghi-Enten (default sopan), dan paham kapan harus naik atau turun tingkat tanpa salah konteks.
Chapter 1
Salam Madura, Pelafalan, & Aksara Latin
16 sesi · A1.1 · Pilih kartu untuk lihat topik sesi
- Pareng (permisi/hormat)
- Sapora (terima kasih)
- Inggi / engghi (ya)
- Etika cakup tangan adat Madura
- Nyamana kaule... (nama saya)
- Kaule asalla dâri... (saya berasal dari)
- Profesi singkat
- Pamit & salam berpisah
- Vokal a/i/u/é/è/o khas
- Beda â (genep) vs a (raré)
- Stres aksen Madura
- Drill audio native speaker
- Konsonan retrofleks ḍ/ṭ
- Konsonan ng, ny
- Glottal stop akhir
- Minimal pair Madura-Indonesia
- Bilangan 1-20 Madura
- Bilangan 20-100
- Hitungan benda umum
- Pertanyaan harga sederhana
- 7 hari minggu Madura
- Pagi-siang-sore-malam
- Waktu jam dasar
- Kalender Hijriah & Masehi
- Bappa' (ayah), èmma' (ibu)
- Kaka' (kakak), alé' (adik)
- Bhuju' (kakek-nenek)
- Sosial kekerabatan Madura
- Pulau Madura 4 kabupaten
- Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep
- Tapal Kuda Jatim
- Diaspora Madura tersebar
- Kata tanya: sapa, apa, dimma, kéma
- Pola tanya iya/tidak
- Jawaban engghi/enja' (ya/tidak)
- Drill tanya-jawab harian
- Kaule + kata kerja
- Kaule + kata sifat
- Kaule + kata benda
- Negasi: kaule ta'...
- Embu' & paklik (paman, bibi)
- Sopo' & koka (sepupu)
- Sapaan tetangga sebaya
- Sapaan kepada yang lebih tua
- Pareng... (permisi)
- Toron... (silakan)
- Tolong: tolong sé...
- Pola permintaan sopan
- Pamit (sampai jumpa)
- Sapora (terima kasih)
- Bismillah dalam doa harian
- Doa singkat & sapaan formal
- Dialog di warung kopi
- Dialog antar warga sebaya
- Dialog dengan tetua
- Roleplay 3 konteks
- Recall 10 salam Madura
- Recall pelafalan vokal-konsonan
- Recall sapaan kekerabatan
- Self-assess 5 sapaan benar
- Tulis 5 kalimat perkenalan
- Rekam audio 1 menit
- Submit ke instruktur Linguo
- Refleksi pelafalan & koreksi